SIBORONGBORONG, Sabtu 05 September 2026.
Ribaknews.id
Pekerjaan Peningkatan/Rehabilitasi Saluran Daerah Irigasi (DI) Simok-Mok (PHTC-5B) di Desa Sitabotabo Toruan, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, kembali menjadi perhatian. Hasil dokumentasi dan pengukuran lapangan pada Sabtu (5/9/2026) menemukan sejumlah data teknis yang perlu dicocokkan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), gambar kerja dan spesifikasi teknis proyek.
Pekerjaan yang berada di bawah Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp3,54 miliar dan masa pelaksanaan 150 hari kalender. Data tender mencatat paket tersebut bersumber dari APBD 2026 dengan kode tender 10133807000.
Proyek ini sebelumnya juga menjadi sorotan terkait pekerjaan pondasi yang disebut diperintahkan untuk dibongkar karena dinilai tidak sesuai dengan RAB.
Panjang Saluran 1,2 Kilometer
Salah satu temuan penting dalam pemeriksaan lapangan terbaru adalah panjang saluran yang menjadi objek pekerjaan.
Berdasarkan pengukuran dan keterangan yang diperoleh di lapangan, panjang bangunan saluran yang diperiksa mencapai sekitar 1.200 meter atau 1,2 kilometer.
Angka tersebut menjadi penting karena volume pekerjaan dalam RAB harus dapat ditelusuri dan dibandingkan dengan kondisi fisik yang benar-benar dibangun.
Sebelumnya beredar informasi mengenai panjang pekerjaan sekitar 3 kilometer. Namun, berdasarkan pemeriksaan terbaru, data yang digunakan dalam laporan ini adalah 1,2 kilometer.
Dimensi Bangunan Jadi Perhatian
Hasil pengukuran lapangan juga mencatat adanya ukuran teknis bangunan yang perlu dibandingkan dengan gambar rencana.
Bangunan lama yang menjadi pembanding memiliki tinggi sekitar 95 sentimeter, lebar bagian bawah sekitar 97 sentimeter dan bagian atas sekitar 105 sentimeter.
Sementara bangunan baru yang diperiksa memiliki ukuran sekitar 90 sentimeter pada bagian saluran, dengan tinggi bangunan dari awal pondasi sekitar 120 sentimeter.
Ketebalan pondasi yang terukur sekitar 20 sentimeter, sedangkan ketebalan lantai sekitar 30 sentimeter.
Namun, perbedaan ukuran tersebut belum dapat disebut sebagai pelanggaran, sebelum dibandingkan dengan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis resmi.
Material Batu Perlu Dipastikan
Selain ukuran konstruksi, material batu yang digunakan dalam pekerjaan juga menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian.
Tim menemukan penggunaan batu padas pada pekerjaan saluran. Ukuran dan karakteristik material tersebut perlu dicocokkan dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam kontrak.
Penilaian terhadap kualitas batu tidak cukup hanya berdasarkan pengamatan visual. Untuk memastikan mutu material, diperlukan pemeriksaan terhadap spesifikasi maupun pengujian teknis apabila dipersyaratkan.
Dengan demikian, laporan ini tidak menyimpulkan material tersebut tidak memenuhi standar, tetapi menempatkannya sebagai objek yang perlu dikonfirmasi dan diuji kesesuaiannya dengan dokumen pekerjaan.
Transparansi Proyek Dipertanyakan
DI Simok-Mok merupakan jaringan irigasi yang memiliki fungsi penting bagi masyarakat pertanian. Sebelumnya, KPA UPTD PSDA Sibundong Batang Toru Ali Sakban menyebut areal baku DI Simok-Mok mencapai sekitar 1.003 hektare, dengan sumber air dari Sungai Aek Sitabotabo. Rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi yang mengalami kerusakan.
Karena proyek menggunakan anggaran daerah dengan nilai miliaran rupiah, masyarakat berhak memperoleh informasi mengenai volume pekerjaan, spesifikasi material, progres fisik serta kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan dokumen kontrak.
Untuk itu, Ribaknews.id akan meminta konfirmasi kepada Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara, UPTD PSDA Sibundong Batang Toru, PPK, konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana.
Pertanyaan utama yang perlu dijawab antara lain: berapa volume pekerjaan menurut RAB, berapa panjang saluran yang sebenarnya dikontrakkan, bagaimana spesifikasi pondasi dan lantai, apa spesifikasi batu yang diwajibkan, serta bagaimana pertanggungjawaban terhadap bagian pekerjaan yang sebelumnya dibongkar.
Konfirmasi dari para pihak akan menjadi bagian penting dalam pemberitaan lanjutan demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.
TIM-RED














