Humbang Hasundutan, Kamis 27 November 2025 Ribaknews.id
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., kembali mencuri perhatian publik melalui tindakan nyata yang jarang dilakukan pejabat daerah. Dalam proses evakuasi korban bencana di Desa Siatas Batu Nagodang, Kamis (27/11/2025), Bupati Oloan bukan hanya datang meninjau, tetapi turun langsung memikul tandu korban di jalur ekstrem Dusun Sipoti menuju Puskesmas Onan Ganjang.
Gambar dokumentasi menunjukkan Bupati berada di paling depan, sementara Plt. Kadis Pendidikan Humbahas menopang bagian belakang tandu. Aksi ini bukan sekadar respons spontan, tetapi sinyal politik yang kuat: kepemimpinan Humbahas berada di medan, bukan di balik meja.
Di tengah banyak pemimpin yang memilih memantau bencana dari ruang rapat, langkah Bupati Oloan menjadi pembeda yang mempertegas karakter seorang kepala daerah yang mengutamakan aksi, bukan seremonial.
Medan Berat yang Menjadi Ujian Kepemimpinan
Medan yang ditempuh bukan jalur biasa. Jalur Dusun Sipoti berlumpur, sempit, menanjak, dan berada di kawasan rawan longsor. Situasi ini menjadi ujian nyata bagi siapa pun yang hadir di lokasi, termasuk bagi seorang kepala daerah.
Dengan curah hujan tinggi beberapa hari terakhir, jalur itu lebih mirip arena bertarung melawan waktu dan cuaca. Keputusan Bupati untuk turun memikul tandu membuat pesan politiknya semakin jelas: kepemimpinan adalah keberanian hadir di titik paling sulit, bukan hadir setelah semuanya aman.
Tindakan ini sekaligus memperlihatkan hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat. Di tengah kepanikan dan duka, kehadiran fisik Bupati menjadi penguat sekaligus pembuktian bahwa Pemkab Humbahas tidak meninggalkan warganya berjalan sendiri.
Dampak Politik dari Tindakan Humanis
Dari sisi politik pemerintahan, tindakan Bupati ini membawa sejumlah konsekuensi positif:
1. Meningkatkan kepercayaan publik
Masyarakat Humbahas melihat pemimpinnya berada langsung di garis depan penanganan bencana. Dalam konteks politik lokal, hal ini memperkuat legitimasi dan kepercayaan terhadap kepemimpinan Bupati Oloan.
2. Mengirim pesan ke struktur birokrasi
Keterlibatan langsung Bupati di lapangan mendorong seluruh OPD, camat, kades, hingga relawan untuk bekerja lebih cepat dan tidak menunggu instruksi berjenjang. Ini adalah bentuk “political pressure” yang konstruktif.
3. Membangun narasi kuat menuju masa depan
Kepemimpinan yang dekat dengan rakyat menjadi salah satu modal sosial penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Aksi memikul tandu ini menjadi simbol bahwa penguasa daerah memahami penderitaan masyarakat dan memilih untuk terlibat langsung.
4. Menegaskan posisi Humbahas dalam konteks Sumatera Utara
Ketika beberapa daerah bergumul dengan lambatnya respon, Humbahas menunjukkan dinamika berbeda: pimpinan daerah menjadi bagian dari solusi sejak detik pertama.
Kolaborasi TNI–Polri sebagai Pilar Stabilitas
Evakuasi tersebut berjalan cepat berkat sinergi Pemkab Humbahas, Polres Humbang Hasundutan, dan Kodim 0210. Hadirnya TNI–Polri tidak hanya mempercepat proses teknis evakuasi, tetapi juga memperkuat citra penanganan bencana yang stabil dan terkoordinasi.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Humbahas memiliki rantai komando yang solid antara pemerintah daerah dan unsur pengamanan. Dalam konteks politik, kerja sama lintas-instansi ini juga menjadi modal penting menghadapi dinamika sosial pada masa-masa krisis.
Pernyataan Bupati: Negara Hadir di Saat Sulit
“Semoga korban bencana dapat segera mendapatkan pertolongan dan perawatan yang memadai. Kami akan terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Bupati Oloan.
Pernyataan ini sederhana, tetapi mengandung makna politis yang kuat: pemerintah tidak sekadar mengirim bantuan, tetapi hadir bersama rakyat pada titik paling genting.
Masyarakat Melihat Buktinya, Bukan Janjinya
Di beberapa lokasi, masyarakat menyampaikan apresiasi atas kesigapan Bupati. Respons ini menggambarkan bahwa masyarakat Humbahas menilai kepemimpinan berdasarkan tindakan nyata. Keberanian memanggul tandu korban di jalur ekstrem menjadi gambaran autentik tentang gaya kepemimpinan Bupati Oloan yang tidak menjaga jarak dengan rakyatnya.
Dalam dinamika politik lokal yang kadang penuh narasi, tindakan nyata sering kali menentukan arah kepercayaan publik. Bupati Oloan tampaknya memahami betul hal itu.
Pemkab Tetap Siaga Menghadapi Cuaca Ekstrem
Sementara itu, BPBD Humbang Hasundutan terus memantau potensi longsor susulan di beberapa titik. Pemerintah daerah mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan rawan pergerakan tanah.
Dengan struktur komando yang bekerja responsif dan kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan, pemerintah berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat.
Jonaer Silaban
Diterbitkan: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya








