Taput Dorong Konservasi Harangan Tapanuli

Wabup Tapanuli Utara tekankan pentingnya sinergi pelestarian habitat Orangutan Tapanuli dan penguatan ekonomi hijau masyarakat adat.

MEDAN, Selasa 12 Mei 2026.

Ribaknews.id

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng menghadiri kegiatan Diseminasi Potensi Preservasi Lanskap Batang Toru dan Habitat Orangutan Tapanuli yang digelar bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara di Medan, Selasa (12/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui upaya pelestarian kawasan Harangan Tapanuli sekaligus pemberdayaan masyarakat adat di sekitar kawasan hutan.

Wakil Bupati Tapanuli Utara menyampaikan bahwa konservasi lingkungan tidak hanya berfokus pada perlindungan habitat satwa langka, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar secara berkelanjutan.

“Alam lestari, masyarakat mandiri. Kita ingin konservasi ini menjadi berkah bagi lingkungan sekaligus penggerak ekonomi warga sekitar kawasan,” ujar Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mendorong penguatan perlindungan kawasan Harangan Tapanuli dan habitat Orangutan Tapanuli melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga masyarakat adat.

Selain itu, Pemkab Taput juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat hukum adat (MHA) melalui pengembangan ekonomi hijau. Salah satu langkah yang diusulkan yakni pemberian bantuan bibit produktif serta pengembangan pusat pembibitan tanaman yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak kawasan hutan.

Menurut Wakil Bupati, pendekatan pembangunan berbasis konservasi menjadi solusi penting untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pelestarian hutan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat yang hidup di sekitar kawasan. Dengan demikian, masyarakat turut menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian alam,” katanya.

Kegiatan diseminasi tersebut juga menjadi wadah koordinasi dan pertukaran gagasan terkait strategi preservasi lanskap Batang Toru yang selama ini dikenal sebagai habitat alami Orangutan Tapanuli, salah satu spesies primata langka yang dilindungi.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap melalui sinergi lintas sektor, upaya konservasi di kawasan Harangan Tapanuli dapat semakin kuat sekaligus membuka akses pembangunan yang berpihak kepada masyarakat adat dan kelestarian lingkungan.

Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *