DOLOKSANGGUL – Rabu 15 April 2026. Ribaknews.id
Perayaan Hari Raya Paskah di Kabupaten Humbang Hasundutan berlangsung khidmat dan penuh makna, Rabu (15/4/2026), dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat dari beragam denominasi gereja. Kegiatan yang digelar di Aula Huta Mas, Tano Tubu, Doloksanggul ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan sosial.
Mengusung tema “Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita” sebagaimana tertulis dalam Alkitab (II Korintus 5:17), perayaan ini menekankan pentingnya transformasi diri melalui iman yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Subtema yang diangkat turut mengajak umat untuk menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, dan berdaya guna dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berkeadaban.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dalam perayaan ini menunjukkan dukungan terhadap kehidupan keagamaan masyarakat. Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan tampak hadir bersama jajaran pejabat daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta unsur TNI dan Polri. Selain itu, tokoh-tokoh agama dari berbagai gereja juga turut ambil bagian dalam ibadah bersama tersebut.
Dalam refleksi yang disampaikan, pemuka agama menekankan bahwa Paskah tidak hanya dimaknai sebagai peringatan historis atas kebangkitan Yesus Kristus, tetapi juga sebagai ajakan untuk memperbarui kehidupan secara menyeluruh. Kebangkitan Kristus dipandang sebagai simbol kemenangan atas dosa dan maut, yang memberikan harapan baru bagi umat manusia.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Humbang Hasundutan Godman Tampubolon dalam sambutannya mengapresiasi peran pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama. Ia menilai keterlibatan pemerintah dalam perayaan hari besar keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun rasa persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, Bupati Humbahas dalam sambutannya mengajak umat Kristiani untuk menjadikan Paskah sebagai momentum refleksi diri dan peningkatan kualitas hidup. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Paskah harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti memperkuat kepedulian sosial, menjaga persatuan, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Paskah mengingatkan kita akan pentingnya pembaruan hidup, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai iman harus tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada aspek fisik, tetapi juga pada kekuatan moral dan spiritual masyarakat. Oleh karena itu, momentum keagamaan seperti Paskah dinilai strategis untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial.
Rangkaian kegiatan perayaan turut diisi dengan berbagai penampilan seni rohani, seperti paduan suara dari sejumlah gereja dan institusi pendidikan. Lagu-lagu pujian yang dibawakan secara harmonis menciptakan suasana ibadah yang syahdu dan menyentuh, sekaligus memperkuat penghayatan jemaat terhadap makna Paskah.
Penampilan drama musikal juga menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian, dengan mengangkat kisah pengorbanan dan kebangkitan Kristus secara visual. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan rohani, tetapi juga media edukasi iman yang mudah dipahami oleh seluruh kalangan.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh jemaat larut dalam pujian dan doa bersama. Nilai persaudaraan lintas denominasi tampak kuat, mencerminkan harmoni kehidupan beragama di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Selain kegiatan ibadah, pemerintah daerah juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerahkan secara simbolis sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada masyarakat. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Integrasi antara kegiatan keagamaan dan pelayanan publik ini menunjukkan pendekatan holistik dalam pembangunan daerah, di mana aspek spiritual dan kesejahteraan sosial berjalan beriringan.
Secara keseluruhan, perayaan Paskah di Humbang Hasundutan tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Momentum ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta berperan aktif dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur














