Jumat 20 Februari 2026, Pollug – Humbang Hasundutan. Ribaknews.id
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat kecamatan di Pollung, Jumat (20/2/2026). Forum ini menjadi tahapan strategis dalam menyelaraskan aspirasi desa dengan arah kebijakan pembangunan kabupaten untuk tahun anggaran 2027 mendatang.
Musrenbang dibuka oleh Camat Pollung, Saul Hutabarat, dan dihadiri Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Junita R. Marbun, SH., M.A.P., bersama sejumlah pejabat daerah, staf ahli bupati, asisten, pimpinan OPD, Forkopimca, serta perwakilan masyarakat dan desa.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, ditegaskan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan pintu gerbang penting dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah. Melalui forum ini, usulan prioritas dari desa harus dirumuskan secara cermat, terukur, dan realistis, dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata masyarakat serta kemampuan keuangan daerah.
Tema RKPD Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2027 mengusung “Peningkatan Perekonomian Berbasis Sumber Daya Lokal dan Sektor Unggul yang Didukung Sumber Daya Manusia Berkualitas serta Pembangunan Wilayah yang Berkeadilan.” Tema ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal sekaligus mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Secara substantif, arah kebijakan tahun 2027 difokuskan pada sejumlah prioritas utama. Di antaranya peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, penguatan produk unggulan daerah serta tenaga kerja, peningkatan infrastruktur dan irigasi, penguatan konektivitas antarwilayah, pengelolaan lingkungan hidup, hingga peningkatan efektivitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Wakil Bupati menegaskan bahwa seluruh program yang diusulkan harus selaras dengan visi pembangunan daerah dan mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Perencanaan yang baik, menurutnya, tidak hanya berbicara pada besaran anggaran, tetapi juga pada ketepatan sasaran dan keberlanjutan program.
Dalam forum tersebut, usulan desa yang telah diinput melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dibahas bersama. Mekanisme ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta memastikan bahwa setiap usulan memiliki dasar kebutuhan yang jelas dan terukur.
Penggunaan SIPD juga menjadi instrumen penting untuk menyaring program prioritas yang benar-benar mendesak dan sesuai dengan kemampuan fiskal daerah. Dengan demikian, hasil Musrenbang kecamatan akan menjadi bahan pembahasan lanjutan pada Musrenbang tingkat kabupaten sebelum ditetapkan dalam dokumen RKPD 2027.
Perwakilan masyarakat, Wilman Lumban Gaol, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musrenbang sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap hasil pembahasan tidak berhenti pada tataran dokumen, melainkan benar-benar diwujudkan dalam bentuk program konkret yang menyentuh kebutuhan riil warga.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan dan irigasi masih menjadi harapan utama masyarakat, selain dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Ia menilai, pembangunan yang berorientasi pada potensi daerah akan membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Musrenbang tingkat kecamatan ini sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya. Pemerintah daerah menekankan pentingnya konsistensi antara perencanaan dan implementasi agar setiap kebijakan yang dirumuskan dapat berjalan efektif.
Dengan keterlibatan lintas sektor dan partisipasi masyarakat, Musrenbang RKPD 2027 di Pollung diharapkan mampu menghasilkan daftar prioritas pembangunan yang terarah, terukur, dan berkeadilan. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menargetkan perencanaan tahun 2027 tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memastikan pemerataan manfaat pembangunan hingga ke tingkat desa.
Melalui forum ini, komitmen terhadap pembangunan berbasis potensi lokal dan penguatan kualitas sumber daya manusia kembali ditegaskan sebagai fondasi menuju daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Diterbitkan: Media Ribak News
Penulis: Jonaer Silaban







