TAPANULI UTARA — Senin 20 April 2026. Ribaknews.id
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting. Hal ini terlihat dalam kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjen TNI Dr. Suharyanto, yang didampingi Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, Senin (20/04/2026).
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah memastikan bahwa progres pembangunan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Sebanyak 70 unit rumah pada tahap awal dilaporkan telah menunjukkan perkembangan signifikan dan ditargetkan selesai pada Mei 2026. Secara keseluruhan, terdapat 103 unit hunian yang disiapkan untuk masyarakat terdampak.
Kepala BNPB menegaskan pentingnya percepatan pembangunan dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi. Ia menyampaikan bahwa hunian yang dibangun harus memenuhi standar keamanan dan kenyamanan agar dapat digunakan dalam jangka panjang oleh masyarakat penerima manfaat.
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh fasilitas pendukung tersedia secara memadai. Infrastruktur dasar seperti jaringan air bersih, listrik, sistem drainase, serta akses jalan menuju kawasan hunian menjadi bagian integral dari pembangunan.
“Pemerintah daerah memastikan bahwa hunian yang dibangun tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga didukung fasilitas yang memadai agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menetapkan kebijakan pengelolaan sertifikat hunian. Sertifikat tersebut akan dikelola secara kolektif selama jangka waktu 10 tahun sebelum dialihkan menjadi hak milik pribadi kepada masing-masing penerima.
Kebijakan ini dimaksudkan untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan hunian serta mencegah terjadinya perpindahan kepemilikan dalam waktu singkat yang tidak sesuai dengan tujuan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Pemerintah menilai, pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa hunian tetap benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak, sekaligus menjaga stabilitas sosial di lingkungan baru yang dibangun.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan hunian tetap ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hasil yang dicapai.
Kolaborasi lintas sektor ini juga dinilai sebagai bentuk sinergi dalam penanganan pascabencana yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Pemerintah berharap model ini dapat menjadi rujukan dalam penanganan bencana di daerah lain.
Dengan target penyelesaian tahap awal pada Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara optimistis seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pengawasan agar setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Pembangunan hunian tetap ini diharapkan tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat terdampak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat secara menyeluruh di Kabupaten Tapanuli Utara.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur








