DOLOKSANGGUL – Rabu 15 April 2026. Ribaknews.id
Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, mengikuti rapat koordinasi nasional percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana yang digelar secara virtual, Rabu (15/4/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
Dalam arahannya, Tito Karnavian menegaskan bahwa percepatan pembangunan huntap harus menjadi prioritas seluruh pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya kesiapan lahan sebagai faktor kunci agar pembangunan dapat segera direalisasikan. Selain itu, pemerintah daerah juga diminta mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur pendukung seperti akses jalan, penyediaan air bersih, serta jaringan listrik melalui kerja sama dengan PLN.
“Tanpa kesiapan lahan, pembangunan huntap tidak akan berjalan optimal. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tegas Tito dalam rapat tersebut.
Rapat ini turut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta sejumlah kepala daerah dari wilayah terdampak bencana, termasuk dari Sumatera Utara. Agenda utama membahas percepatan realisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya penyediaan hunian layak bagi korban bencana.
Berdasarkan data Satgas, di tingkat provinsi tercatat sebanyak 7.321 unit huntap direncanakan dibangun, dengan 6.350 kepala keluarga (KK) telah masuk dalam skema penanganan. Dari jumlah tersebut, 1.478 KK ditangani melalui pembangunan di lokasi semula (insitu), sementara 4.021 KK melalui relokasi terpusat atau komunal, dan 851 KK melalui skema relokasi mandiri.
Data tersebut menunjukkan bahwa pendekatan relokasi menjadi strategi dominan pemerintah dalam penanganan pascabencana, terutama pada wilayah yang dinilai tidak lagi layak huni. Hal ini sekaligus mencerminkan tingkat kerusakan yang cukup signifikan di sejumlah daerah terdampak.
Untuk Kabupaten Humbang Hasundutan, pemerintah pusat melalui Kementerian PKP mengalokasikan pembangunan sebanyak 47 unit huntap. Rinciannya, 30 unit akan dibangun di Desa Sampetua, Kecamatan Onan Ganjang, dan 17 unit di Desa Pulogodang, Kecamatan Pakkat.
Namun demikian, berdasarkan data yang ada, total warga terdampak di Humbahas mencapai 264 kepala keluarga. Penanganan dilakukan sepenuhnya melalui skema relokasi (eksitu), baik secara mandiri maupun komunal, tanpa pembangunan kembali di lokasi semula. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kawasan terdampak bencana di wilayah tersebut dinilai tidak lagi aman untuk dihuni.
Saat ini, progres pembangunan huntap di Humbahas telah memasuki tahap pematangan lahan, khususnya di Desa Sampetua. Tahapan ini menjadi krusial sebelum pembangunan fisik dapat dimulai, sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait pentingnya kesiapan lokasi.
Bupati Oloan Paniaran Nababan menyatakan komitmennya untuk mendukung percepatan pembangunan huntap di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta memastikan kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung.
Dalam mengikuti rapat tersebut, Bupati turut didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Anggiat Simanullang, Kepala Pelaksana BPBD Bernard M. Simamora, serta Kepala Bidang Perumahan Barita Manullang.
Program pembangunan hunian tetap ini diharapkan dapat menjadi solusi permanen bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi di daerah. Pemerintah menargetkan proses pembangunan dapat berjalan optimal sehingga warga segera mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak.
Di sisi lain, perbedaan antara jumlah unit yang direncanakan dan jumlah kepala keluarga penerima manfaat di sejumlah daerah menjadi catatan tersendiri dalam pelaksanaan program ini. Hal tersebut membuka ruang evaluasi terkait skema distribusi bantuan dan validitas data penerima.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, percepatan pembangunan huntap diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan hunian, tetapi juga menjadi bagian dari penataan ulang kawasan terdampak bencana secara lebih aman dan berkelanjutan.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur














