Bupati Humbahas Ajak Masyarakat Stop BABS

Sebanyak 572 keluarga masih melakukan buang air besar sembarangan, Pemkab Humbahas targetkan bebas BABS pada 2026.

DOLOKSANGGUL – Jumat 06 Juni 2026.

Ribaknews.id

Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) karena dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) di Ruang Rapat Perkantoran Bukit Inspirasi, Doloksanggul, Jumat (5/6/2026).

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa perilaku BABS merupakan persoalan serius yang harus ditangani bersama oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa hingga masyarakat.

Menurutnya, sanitasi yang buruk dapat berdampak pada kesehatan masyarakat dan menjadi salah satu faktor penyebab stunting pada anak.

“Buang Air Besar Sembarangan bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mencuri kesehatan dan kecerdasan anak-anak kita. Sanitasi yang buruk merupakan salah satu faktor utama penyebab stunting,” tegas Bupati.

Bupati juga menilai praktik BABS tidak sejalan dengan nilai-nilai budaya masyarakat Batak yang menjunjung tinggi kebersihan lingkungan serta bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, masih terdapat 572 keluarga di Kabupaten Humbang Hasundutan yang melakukan praktik BABS. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Untuk mempercepat penanganan, Bupati menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala puskesmas, kepala desa, dan lurah agar bergerak cepat serta bekerja secara sistematis dalam menuntaskan persoalan tersebut.

“Saya perintahkan setiap pimpinan OPD, camat dan kepala desa/lurah untuk bergerak cepat dan sistematis menuntaskan 572 keluarga ini, sehingga tahun ini Kabupaten Humbang Hasundutan dapat bebas dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Kabupaten Humbang Hasundutan Alexander Gultom menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan menyusun rencana aksi lintas sektor untuk mewujudkan Kabupaten Humbang Hasundutan Stop BABS.

Program tersebut merupakan implementasi Pilar Pertama Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang diharapkan mampu memutus rantai penyakit berbasis lingkungan dan menciptakan kondisi sanitasi yang sehat bagi masyarakat.

Kegiatan diikuti 48 peserta yang terdiri dari Ketua TP PKK Kabupaten Humbang Hasundutan, para asisten, pimpinan OPD, camat, kepala UPTD puskesmas, kepala desa, dan lurah.

Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *