BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN TINJAU JALAN LONGSOR DI PARBOTIHAN

Pemimpin Tanggap yang Selalu Hadir untuk Rakyatnya

Humbang Hasundutan, Jumat 28 November 2025 Ribaknews.id

Kepemimpinan yang Tidak Menunggu: Begitu Dengar Laporan, Bupati Langsung Bergerak

Bencana tidak pernah datang dengan pemberitahuan, tetapi seorang pemimpin sejati selalu siap menjawab panggilannya. Hal inilah yang kembali ditunjukkan Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., ketika longsor menimpa ruas jalan provinsi di Desa Parbotihan, Kecamatan Onan Ganjang.

Sebelum turun ke lokasi, Jumat 28 November 2025, Bupati lebih dulu memimpin rapat darurat bersama BPBD, Sekda Christison Marbun, dan jajaran OPD teknis. Rapat baru usai, Bupati langsung mengarahkan kendaraan menuju titik longsor—tanpa menunggu laporan kedua, tanpa menunggu tim lain bergerak, dan tanpa menunda hingga situasi benar-benar memburuk.

Inilah gambaran kepemimpinan yang tidak duduk di balik meja ketika rakyatnya sedang kesulitan.

Ketika Akses Jalan Amblas, Bupati Hadir Pertama Kali untuk Melihat dan Menjamin Keamanan Warga

Setiba di lokasi, Bupati Oloan meninjau kondisi bahu jalan yang amblas dan beberapa titik badan jalan yang tergerus longsor. Kondisinya tidak ringan—kendaraan roda empat tidak dapat melintas, dan jalur hanya bisa digunakan oleh sepeda motor.

Di tengah medan yang licin dan rawan longsor susulan, Bupati tetap turun memeriksa langsung. Tidak hanya menunjuk dari jauh—beliau berdiri tepat di antara warga yang sedang khawatir, memastikan bahwa keselamatan mereka adalah prioritas utama.

Dalam momen itu, pesan Bupati jelas:
pemimpin harus hadir di titik paling sulit, bukan ketika keadaan sudah pulih.

“Kami akan terus berupaya memulihkan akses jalan dan memastikan keselamatan masyarakat,” tegas Bupati Oloan Nababan di hadapan warga.

Pernyataan itu bukan sekadar janji—tetapi komitmen kerja yang langsung disusul tindakan konkret.

Respons Lapangan yang Cepat: Bupati Menggerakkan Semua Sumber Daya Kabupaten

Meski kerusakan terjadi di jalan provinsi yang secara aturan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bupati tidak menggunakan hal itu sebagai alasan untuk menunggu bantuan.

Beliau justru mengambil inisiatif awal:

Menginstruksikan pemasangan barikade darurat di titik longsor

Mengarahkan OPD agar menyiapkan jalur alternatif yang aman

Meminta tim BPBD dan PUPR melakukan stabilisasi awal lereng

Memonitor situasi melalui jalur komunikasi cepat

Memastikan pasokan kebutuhan darurat masyarakat tetap berjalan

Tindakan ini menunjukkan karakter kepemimpinan yang tanggap, cepat, dan didorong oleh rasa tanggung jawab, bukan formalitas kewenangan.

Di saat sebagian pihak terkadang berlindung di balik batas administrasi, Bupati justru fokus pada satu hal: keselamatan rakyatnya.

Bupati Menghibur Warga dan Menguatkan Psikologis Masyarakat di Tengah Krisis

Bukan hanya memeriksa kerusakan teknis, Bupati juga menyapa para warga yang khawatir dengan akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang terputus. Mereka menceritakan bagaimana kendaraan pengangkut hasil panen tak bisa lewat, anak sekolah terhambat, dan ambulans tak dapat melintas.

Bupati mendengar semua keluhan itu—bukan sebagai laporan administratif, tetapi sebagai suara yang harus ditanggapi dengan tindakan.

Beliau memastikan bahwa jalur alternatif segera diatur dan bahwa koordinasi lintas sektor akan berjalan hingga akses utama pulih.

Sikap ini memperlihatkan sisi humanis yang kuat: pemimpin yang tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga hadir untuk menenangkan rakyatnya.

Cuaca Ekstrem dan Ancaman Longsor Susulan: Bupati Memimpin Tanpa Ragu

BMKG telah memperingatkan potensi hujan ekstrem di wilayah Humbang Hasundutan dalam beberapa hari ke depan. Risiko longsor susulan sangat tinggi. Namun, Bupati tetap hadir di lapangan dengan protokol keamanan yang ketat.

Beliau memastikan setiap tindakan yang diambil mempertimbangkan keselamatan tim dan masyarakat.

Sikap ini menghadirkan kepercayaan besar bagi warga:
ketika cuaca menjadi semakin tidak bersahabat, Bupati justru tampil di garis depan.

Harapan Baru Muncul: Perbaikan Jangka Panjang Masuk dalam Agenda Prioritas Bupati

Tidak berhenti di tindakan darurat, Bupati juga menekankan bahwa masalah jalan longsor yang berulang membutuhkan solusi permanen. Beliau mengarahkan OPD teknis untuk menyiapkan kajian konstruksi penguatan lereng, sistem drainase yang lebih baik, dan pengamanan jangka panjang.

Sikap ini memperlihatkan bahwa beliau tidak hanya memadamkan api ketika masalah muncul, tetapi juga merencanakan bagaimana mencegah kejadian serupa di masa depan.

Di tangan Bupati Oloan, Humbang Hasundutan tidak hanya ditangani—tetapi diarahkan menuju ketahanan bencana yang lebih kuat.

Rakyat Melihat dan Mengapresiasi Pemimpin yang Turun ke Lapangan

Keberanian dan kepedulian Bupati dalam menghadapi bencana menjadi catatan penting bagi masyarakat. Rakyat melihat bahwa pemimpinnya tidak meninggalkan mereka sendirian di tengah krisis.

Bupati hadir.
Bupati bekerja.
Bupati memimpin dari depan.

Itulah kepemimpinan yang dirasakan nyata oleh masyarakat Humbang Hasundutan.

Oleh: Janoer Silaban
Diterbitkan: ribaknews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *