ASN Netral, Profesional, dan Transparan: Pesan Otto Hasibuan di Apel Bersama

Rutan Balige Ikut Apel Virtual Serentak se-Indonesia

Nasional185 Dilihat

Ribaknews.id

Balige – Senin 15 September 2025

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, mengikuti Apel Bersama pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas), Senin (15/9/2025).

Kegiatan apel digelar secara terpusat di Lapangan Upacara Kementerian Hukum di Jakarta dan disiarkan virtual ke seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Indonesia. Rutan Balige mengikuti secara penuh, dengan pejabat struktural dan pegawai hadir di lapangan apel internal.

Otto Hasibuan Pimpin Apel Nasional

Bertindak sebagai pembina apel, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan menyampaikan amanat penting kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN).

Otto menegaskan, ASN wajib bersikap netral dalam politik praktis, menjaga profesionalisme, dan menjadi teladan di tengah masyarakat. “ASN tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Tugas kita adalah menjaga integritas, profesionalitas, serta menjadi perekat bangsa dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel,” tegasnya.

Menurut Otto, netralitas ASN bukan hanya formalitas menjelang pemilu, tetapi harus menjadi prinsip kerja sehari-hari. “Dengan bersikap netral, ASN dapat fokus pada pelayanan publik, bukan kepentingan politik sesaat,” tambahnya.

Transparansi dan Kepercayaan Publik

Selain menekankan netralitas, Otto juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas.

“ASN harus mengedepankan keterbukaan. Transparansi akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Tanpa itu, kita sulit membangun birokrasi yang dipercaya,” ujarnya.

Pesan ini dinilai relevan dengan tantangan birokrasi modern, di mana publik menuntut pelayanan yang cepat, akurat, dan terbuka. Otto juga mengingatkan agar pegawai berhati-hati dalam menggunakan media sosial, karena setiap ucapan publik ASN akan memengaruhi citra institusi.

Rutan Balige Tegaskan Komitmen

Kepala Rutan Balige bersama jajarannya menyatakan bahwa kegiatan apel bersama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat disiplin dan etika kerja ASN di lingkungan pemasyarakatan.

“Pesan Wamenko Otto Hasibuan menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga profesionalitas, netralitas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar salah satu pejabat Rutan Balige usai apel.

Rutan Balige, yang selama ini mengusung jargon RUBAGE KERAS (Kolaboratif, Edukatif, Responsif, Amanah, dan Sinergi), menegaskan akan menginternalisasikan nilai netralitas dan transparansi tersebut ke dalam budaya kerja sehari-hari.

Lebih dari Seremonial

Meski apel bersama rutin dilakukan, momentum kali ini memiliki makna strategis. Pesan netralitas ASN muncul di tengah meningkatnya suhu politik menjelang pilkada serentak. Hal ini menjadi ujian nyata bagi setiap instansi pemerintah, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.

Tantangannya, apakah pesan dari pusat hanya berhenti di seremoni, atau benar-benar diterjemahkan ke dalam aturan internal, pelatihan, dan pengawasan yang konsisten.

Pengawasan terhadap media sosial ASN, mekanisme sanksi disiplin, hingga penyuluhan etika digital akan menjadi indikator apakah pesan apel nasional ini berjalan di tingkat UPT, termasuk Rutan Balige.

Apel bersama yang dipimpin Otto Hasibuan memberi arah moral dan administratif bagi ASN: netral, profesional, dan transparan. Namun implementasi di lapangan tetap menjadi kunci.

Rutan Balige bersama jajaran Ditjen Pemasyarakatan di Sumut diharapkan tidak sekadar ikut dalam seremoni virtual, tetapi juga menghadirkan langkah nyata agar birokrasi bersih, akuntabel, dan dipercaya publik.

Dengan begitu, amanat netralitas ASN bukan hanya kata-kata, tetapi wujud nyata pelayanan negara bagi masyarakat.

Redaktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *