Siborongborong — Rabu 24 Desember 2015 Ribaknews.id
Suasana pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Siborongborong tampak berbeda menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pada Rabu, 24 Desember 2025, aparat Polsek Siborongborong dan Koramil 18 Siborongborong turun langsung memberikan bantuan pengamanan. Langkah ini menarik perhatian publik dan memunculkan rasa penasaran: apa yang melatarbelakangi pengamanan ekstra tersebut?
Bantuan pengamanan ini merupakan bagian dari langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) selama momentum Nataru. Secara nasional, periode Natal dan Tahun Baru dikenal sebagai fase rawan karena meningkatnya mobilitas masyarakat, perubahan pola kerja petugas, serta dinamika sosial yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Lapas sebagai objek vital negara memiliki tingkat kerawanan tersendiri, terlebih pada masa libur panjang. Peningkatan aktivitas kunjungan keluarga warga binaan, pengurangan personel akibat sistem cuti, serta potensi gangguan dari luar menjadi faktor yang harus diantisipasi secara serius. Oleh karena itu, penguatan pengamanan eksternal dinilai sebagai langkah strategis dan terukur.
Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Siborongborong dan Koramil 18 Siborongborong disiagakan untuk memperkuat pengamanan di area perimeter lapas, pintu keluar-masuk, serta lingkungan sekitar. Pola pengamanan ini bersifat preventif dengan mengedepankan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, serta respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan.
Kepala Lapas Kelas IIB Siborongborong Herry Hasudungan Sitamtupang, yang diwakili oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Edison Ramos Tambunan, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Polsek Siborongborong dan Koramil 18 Siborongborong. Menurutnya, sinergitas lintas sektor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada momen strategis seperti Natal dan Tahun Baru.
“Dengan adanya bantuan pengamanan ini, kami berharap situasi di dalam lapas tetap aman, tertib, dan terkendali selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Sinergi antara Lapas, Polri, dan TNI merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin keamanan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan keamanan lapas tidak dapat dilakukan secara parsial. Keterbatasan jumlah personel internal, ditambah kompleksitas tantangan keamanan modern, menuntut adanya kolaborasi dengan aparat kewilayahan agar sistem pengamanan berjalan optimal.
Sementara itu, perwakilan dari Polsek Siborongborong dan Koramil 18 Siborongborong menegaskan komitmen mereka untuk terus mendukung pengamanan lapas sebagai bagian dari tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dukungan tersebut merupakan wujud sinergitas TNI–Polri dalam menjaga stabilitas wilayah, termasuk pengamanan objek vital seperti lembaga pemasyarakatan.
Dari perspektif keamanan wilayah, pengamanan Lapas Kelas IIB Siborongborong selama Nataru memiliki dampak strategis. Stabilitas keamanan di dalam lapas berkontribusi langsung terhadap ketertiban masyarakat di sekitarnya. Gangguan di lapas berpotensi meluas dan menimbulkan efek domino, sehingga langkah pencegahan dini menjadi sangat penting.
Pengamanan ekstra menjelang malam Natal ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa aparat keamanan tidak menunggu terjadinya gangguan untuk bertindak. Negara hadir lebih awal, memastikan setiap potensi risiko dapat ditekan semaksimal mungkin. Dengan sinergitas yang solid antara Lapas, Polri, dan TNI, seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru di Siborongborong diharapkan berlangsung aman, damai, dan kondusif.
Jonaer Silaban













