WBP Rutan Humbahas Tetap Jalankan Ibadah, Pembinaan Kerohanian Jadi Pilar Kesadaran Diri

Berita, Rutan/Lapas26 Dilihat

Humbang Hasundutan – Jumat 23 Januari 2026 Ribaknews.id

Meskipun tengah menjalani masa pidana, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Humbang Hasundutan tetap memperoleh dan menjalankan hak-hak dasarnya, termasuk hak beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Salah satu wujud pemenuhan hak tersebut terlihat dari pelaksanaan Sholat Jumat berjamaah oleh WBP beragama Islam di Masjid At-Taubah Rutan Humbahas, Jumat (23/01).

Pelaksanaan ibadah ini berlangsung dengan tertib dan khusyuk, diikuti oleh WBP serta petugas rutan yang beragama Islam. Kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian integral dari program pembinaan kepribadian yang secara konsisten dilaksanakan oleh Rutan Humbahas sebagai upaya membentuk pribadi WBP yang lebih baik, religius, dan bertanggung jawab.

Pembinaan keagamaan merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pemasyarakatan. Melalui pendekatan spiritual, WBP diarahkan untuk membangun kembali hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus melakukan refleksi diri atas kesalahan yang pernah diperbuat. Nilai-nilai agama diharapkan menjadi landasan moral dalam proses perubahan sikap dan perilaku WBP selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Humbang Hasundutan, Ucok P. Sinabang, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran dan orientasi hidup WBP ke arah yang lebih positif. Menurutnya, setiap manusia tidak terlepas dari kekhilafan, namun kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka bagi siapa saja.

“Dengan adanya pembinaan kerohanian ini, kami berharap ke depan WBP semakin menyadari panggilan dan tujuan hidupnya. Tidak hanya bagi WBP yang beragama Islam, tetapi seluruh warga binaan dari berbagai latar belakang agama mendapatkan pembinaan yang sama sesuai keyakinannya masing-masing,” ujar Ucok.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan petugas dalam pelaksanaan ibadah bersama WBP menjadi simbol kebersamaan dan pendekatan humanis dalam sistem pemasyarakatan. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa saling menghormati, kedisiplinan, serta memperkuat ikatan emosional yang positif antara petugas dan warga binaan.

Program pembinaan keagamaan di Rutan Humbahas dilaksanakan secara berkelanjutan, mencakup kegiatan ibadah rutin, bimbingan rohani, serta ceramah keagamaan. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ketenangan batin, memperkuat keimanan, dan membangun mental WBP agar siap kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

Melalui pelaksanaan ibadah dan pembinaan spiritual ini, diharapkan WBP dapat memperoleh ketenangan hati dan pikiran, sehingga mampu menjalani aktivitas sehari-hari di dalam rutan dengan sikap yang lebih positif, disiplin, dan penuh kesadaran. Pada akhirnya, pembinaan keagamaan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk manusia seutuhnya yang menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana di kemudian hari.

Jonaer Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *