HUMBANG HASUNDUTAN – Kamis 04 Juni 2026.
Ribaknews.id
Program pembinaan kemandirian yang dijalankan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Humbang Hasundutan kembali menunjukkan hasil positif. Kali ini, para warga binaan berhasil memanen terong ungu yang dibudidayakan di lahan pertanian binaan milik rutan sebagai bagian dari program pengembangan keterampilan dan pemberdayaan warga binaan.
Kegiatan panen tersebut menghadirkan suasana berbeda di lingkungan Rutan Humbang Hasundutan. Hamparan tanaman terong yang tumbuh subur menjadi bukti bahwa lahan terbatas di lingkungan pemasyarakatan dapat dimanfaatkan secara produktif melalui kerja keras, kedisiplinan, dan pembinaan yang berkelanjutan.
Panen terong ungu bukan sekadar kegiatan pertanian biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan dalam mengelola usaha pertanian dari tahap awal hingga menghasilkan produk yang bernilai ekonomis.
Melalui program tersebut, warga binaan dibekali berbagai keterampilan mulai dari pengolahan lahan, penanaman bibit, perawatan tanaman, pengendalian hama, hingga teknik panen yang baik dan benar. Seluruh proses dilakukan dengan pendampingan petugas sehingga menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi warga binaan.
Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Humbang Hasundutan menjelaskan bahwa kegiatan pertanian merupakan salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di lingkungan rutan.
Menurutnya, pembinaan yang diberikan kepada warga binaan tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga diarahkan pada peningkatan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Program pertanian ini bertujuan membangun kemandirian warga binaan melalui keterampilan yang produktif dan bermanfaat. Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan ini dapat menjadi modal bagi mereka untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ujarnya.
Selain memberikan keterampilan praktis, program pertanian juga memiliki manfaat lain, yaitu menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama, kedisiplinan, serta semangat untuk terus berkarya secara positif.
Keberhasilan panen terong ungu tersebut menunjukkan bahwa warga binaan mampu memanfaatkan waktu selama menjalani masa pembinaan untuk kegiatan yang produktif. Hasil yang diperoleh menjadi motivasi tersendiri bagi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Hasil panen yang diperoleh dari kebun binaan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal rutan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal, rutan dapat menghasilkan komoditas pertanian yang memiliki nilai manfaat bagi penghuni maupun lingkungan sekitar.
Program pembinaan berbasis pertanian ini juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia. Melalui kegiatan produktif seperti bercocok tanam, warga binaan diberikan kesempatan untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Di sisi lain, kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembatasan kebebasan, tetapi juga pada pemberdayaan dan pembentukan karakter yang lebih baik.
Pendekatan pembinaan yang mengedepankan pendidikan keterampilan dinilai mampu membantu warga binaan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas. Dengan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan secara mandiri, peluang untuk beradaptasi dan berkontribusi positif di tengah masyarakat menjadi semakin besar.
Panen terong ungu yang berhasil dilakukan warga binaan menjadi gambaran nyata bahwa perubahan positif dapat tumbuh dari lingkungan pemasyarakatan melalui program pembinaan yang tepat sasaran. Dari proses menanam hingga memanen, warga binaan belajar tentang kerja keras, kesabaran, dan tanggung jawab terhadap hasil yang diperoleh.
Ke depan, Rutan Humbang Hasundutan berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Selain mendukung proses pembinaan, program tersebut diharapkan mampu menciptakan warga binaan yang lebih siap, mandiri, dan produktif ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Melalui kebun binaan yang sederhana, tumbuh harapan baru bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, mengembangkan keterampilan, dan membangun masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan di Rutan Humbang Hasundutan.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur














