https://ribaknews.id
Jakarta, Sabtu 20 September 2025
Munas II IASPRO di Jakarta tetapkan Wahyu Adiartono sebagai ketua baru dengan empat program strategis: pemetaan asesor, penguatan kapasitas, penguatan organisasi daerah, dan kolaborasi lintas lembaga.
Menuju Indonesia Emas 2045, IASPRO di Bawah Wahyu Adiartono Fokus Pemerataan 81 Ribu Asesor Kompetensi
BNSP dorong peran asesor sebagai garda terdepan sertifikasi, sementara IASPRO menargetkan pemerataan pembinaan hingga 16 provinsi melalui DPD dan DPC.
Jakarta, Sabtu 20 September 2025
Ikatan Asesor Profesional Indonesia (IASPRO) resmi menetapkan Ir. Wahyu Adiartono, MBA., PhD sebagai Ketua Umum periode 2025–2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) II yang digelar di Gedung Sucofindo, Jakarta Selatan, Sabtu (20/9/2025). Munas dengan tema “IASPRO Re:Charge – 5 Tahun Berkarya Merancang Arah Baru, Adaptif, Kolaboratif, dan Berdampak” ini menjadi forum evaluasi kinerja sekaligus perumusan arah organisasi lima tahun ke depan.
Dalam pidato perdananya, Wahyu Adiartono menekankan pentingnya semangat Re:Charge untuk menyegarkan visi, misi, dan program IASPRO. Ia mengusung empat program utama: pemetaan dan penguatan asesor kompetensi melalui basis data nasional, pengembangan kapasitas lewat pelatihan tematik, penguatan struktur organisasi daerah, serta kolaborasi strategis dengan BNSP dan pemangku kepentingan lainnya.
Munas II IASPRO turut dihadiri Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Ulfah Mashfufah bersama jajaran anggota BNSP. Dalam sambutannya, Ulfah menegaskan bahwa asesor profesional merupakan garda terdepan dalam menjaga mutu sertifikasi kompetensi kerja. Ia berharap IASPRO mampu beradaptasi dengan tiga isu besar, yakni transformasi digital, ekonomi hijau berkelanjutan, dan keterbukaan global.
BNSP sendiri pada 2025 menetapkan sejumlah kebijakan strategis, antara lain pemeliharaan kompetensi Master Asesor, evaluasi materi uji terbaru, hingga pembinaan berkelanjutan bagi asesor lisensi. Langkah ini diharapkan selaras dengan visi IASPRO dalam memperluas sebaran asesor.
Saat ini tercatat lebih dari 81 ribu asesor kompetensi tersertifikasi BNSP di Indonesia, namun distribusinya masih terkonsentrasi di beberapa wilayah. Melalui kepemimpinan baru, IASPRO menargetkan pemerataan pembinaan hingga ke 16 provinsi tempat DPD dan DPC sudah terbentuk, demi mendukung daya saing sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.











