Wabup Taput Buka Workshop AI untuk 150 Guru: Transformasi Digital Masuk Ruang Kelas

Transformasi Digital Pendidikan Dimulai dari Guru

Berita, DAERAH, Pendidikan276 Dilihat

Tapanuli Utara, Rabu 19 November 2025 Ribaknews.id

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng, membuka secara resmi Workshop “Penerapan Teknologi AI dalam Pendidikan Generasi Digital Berhati Kristal” yang digelar di Gedung Nasional Tarutung, Selasa, 18 November 2025. Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam memperkuat kesiapan sekolah menghadapi era kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran berbasis digital.

Sebanyak 150 guru dari berbagai sekolah di Taput mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK yang dipilih untuk menjadi pionir penerapan teknologi AI dalam proses pembelajaran di daerah. Antusiasme peserta tampak sejak pagi, menunjukkan tingginya kebutuhan guru terhadap pelatihan digital yang aplikatif, relevan, dan berorientasi masa depan.

AI sebagai Kebutuhan Esensial Pendidikan

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Deni Lumbantoruan menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan panitia yang telah membawa workshop ini ke Taput. Menurutnya, kemajuan teknologi saat ini memaksa sektor pendidikan untuk beradaptasi lebih cepat. Guru, sebagai aktor utama pembelajaran, perlu memiliki kompetensi baru agar metode mengajar tetap relevan dengan kebutuhan generasi digital.

“Pemanfaatan teknologi AI bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan esensial untuk menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing secara global. Guru-guru kita harus dibekali kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar tanpa menghilangkan nilai karakter dan kebijaksanaan lokal,” tegas Wabup.

Beliau menambahkan bahwa AI tidak boleh dipahami sebagai ancaman bagi guru, melainkan alat bantu untuk mempermudah pekerjaan, meningkatkan kreativitas media ajar, dan mempercepat pemetaan kompetensi siswa. Dengan integrasi yang tepat, AI dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan pendidikan yang lebih personal, adaptif, dan efektif.

Narasumber Internasional Paparkan Praktik AI di Sekolah

Workshop ini menghadirkan empat narasumber dari Singapura, masing-masing memiliki keahlian dalam pendidikan digital dan pengembangan karakter siswa. Mereka adalah:

Prof. Lim Pin, pakar integrasi teknologi di sekolah-sekolah Asia Tenggara.

Dr. Charlene Tan, akademisi bidang filsafat pendidikan dan literasi digital.

Mdm. Chia Poh Yok, M.Ed, konsultan pendidikan untuk kurikulum digital.

Ev. Roska Hombling Choi, praktisi pembinaan karakter di sekolah berbasis AI.

Para narasumber membahas berbagai topik mulai dari penggunaan AI sebagai alat analisis belajar, pembuatan materi ajar adaptif, pemanfaatan chatbot edukatif, hingga penggunaan aplikasi pendeteksi progres belajar siswa. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga etika digital, terutama terkait privasi data, keamanan informasi siswa, dan pencegahan bias algoritma dalam proses pembelajaran.

Dalam sesi praktik, para guru dikenalkan dengan contoh-contoh aplikasi sederhana berbasis AI, seperti generator kuis otomatis, analisis penilaian berbasis data, serta aplikasi pendamping belajar yang dapat digunakan langsung di ruang kelas.

Integrasi AI Tanpa Kehilangan Nilai Lokal

Salah satu pesan penting dalam workshop adalah penegasan bahwa teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi fondasi karakter siswa. AI hanyalah alat; sementara guru tetap menjadi figur sentral yang membentuk moralitas, empati, dan karakter peserta didik.

Ajaran budaya Batak yang menekankan hamoraon, hagabeon, hasangapon tetap memiliki posisi penting dalam pembelajaran modern. Penggunaan AI harus diarahkan untuk memperkuat nilai tersebut melalui konten pembelajaran yang relevan, bukan menyingkirkannya.

Ev. Roska bahkan menegaskan bahwa AI dapat membantu guru mempersonalisasi bimbingan karakter. Misalnya, dengan memantau progres perilaku belajar, membantu identifikasi kesulitan siswa secara lebih cepat, atau memberikan umpan balik digital yang dapat dipahami siswa dari berbagai latar belakang.

Komitmen Pemkab Taput untuk Pendidikan Berbasis Teknologi

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menunjukkan komitmen kuat untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi, pelatihan, dan pengembangan inovasi. Workshop ini dianggap sebagai langkah awal dari rangkaian program penguatan literasi digital bagi guru yang akan dilanjutkan melalui pelatihan tingkat sekolah, pendampingan teknis, dan rencana implementasi bertahap di satuan pendidikan.

Dinas Pendidikan Taput juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi keterampilan yang diperoleh guru selama workshop. Fokus utamanya adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan di kelas, dampaknya terhadap motivasi belajar siswa, serta tantangan infrastruktural yang harus diselesaikan.

Harapan: Taput Menjadi Model Pendidikan Digital di Daerah

Dengan adanya workshop ini, Pemkab Taput berharap lahir generasi pendidik yang siap memimpin transformasi pendidikan digital di daerah. Guru-guru Taput diharapkan dapat menjadi motor perubahan yang mampu menghadirkan pembelajaran lebih kreatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa melepaskan karakter dan jati diri siswa.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan berbasis teknologi tidak hanya milik kota besar, tetapi juga daerah yang berkomitmen membangun sumber daya manusia unggul untuk masa depan.

📝Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *