Taput Raih Juara III di North Sumatera Innovation Day 2025, IMATUTU Jadi Sorotan Utama

Kabupaten Taput Tampilkan Inovasi Unggulan di Ajang Bergengsi

Medan – Rabu 19 November 2025 Ribaknews.id

Kabupaten Tapanuli Utara kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan ekosistem inovasi yang aktif dan progresif di Sumatera Utara. Pada ajang North Sumatera Innovation Day 2025 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Rabu (19/11/2025), Kabupaten Taput berhasil meraih Juara III Kategori Inovasi Perangkat Daerah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, kepada Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si, yang hadir bersama Kadis Pendidikan Taput Bontor Hutasoit dan Plt. Kepala Bappelitbangda Kristina Nahampun.

Raihan ini sekaligus menegaskan bahwa Taput tidak sekadar ikut serta dalam pameran inovasi, tetapi tampil dengan konsep yang matang, relevan, dan berdampak langsung kepada masyarakat.

IMATUTU: Inovasi Pendidikan Berbasis Budaya Lokal

Inovasi yang mengantarkan Taput meraih prestasi ini adalah program IMATUTU (Implementasi Kurikulum Muatan Lokal Tapanuli Utara), sebuah terobosan di sektor pendidikan yang menempatkan budaya Batak Toba sebagai materi kurikulum formal di sekolah dasar. Program ini digagas oleh Dinas Pendidikan Taput dan disempurnakan melalui dukungan Bappelitbang Taput.

Melalui IMATUTU, Taput menyiapkan buku ajar budaya Batak Toba yang disusun secara sistematis dan mudah dipahami oleh pelajar. Buku-buku ini memuat nilai-nilai adat, sejarah, filosofi, hingga praktik seni budaya lokal, yang dirancang untuk memperkuat identitas generasi muda Taput sejak dini.

Stan pameran Kabupaten Taput menampilkan koleksi buku IMATUTU edisi terbaru, termasuk modul “Budaya Batak Toba” dan buku pendukung jenjang SD kelas 1–6. Pengunjung stan—termasuk Gubernur Sumut—mengapresiasi tampilan inovasi yang dinilai konkret dan memiliki implementasi nyata di lapangan.

Dengan pendekatan yang berakar pada kearifan lokal, IMATUTU disebut sebagai inovasi pendidikan yang tidak hanya membangun karakter, tetapi juga menjaga kesinambungan budaya di tengah era digital.

Bupati Jonius: Inovasi Adalah Kerja Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

Usai menerima penghargaan, Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan bahwa Pemkab Taput berkomitmen terus memperkuat inovasi di seluruh sektor layanan publik. Menurutnya, inovasi harus menjadi budaya dalam birokrasi serta menjawab kebutuhan masyarakat dengan solusi konkret dan berkelanjutan.

“Kita berkomitmen menghadirkan inovasi yang mendukung peningkatan kualitas layanan publik dan pembangunan berkelanjutan. Inovasi bukan sekadar proyek, tetapi langkah nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga menekankan bahwa IMATUTU adalah bukti bahwa inovasi lokal dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan, karakter peserta didik, dan pelestarian budaya Batak Toba.

Apresiasi Gubernur Sumut: Inovasi Harus Berkelanjutan

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam sambutannya mengapresiasi seluruh perangkat daerah, pelajar, universitas, dan kabupaten/kota yang berpartisipasi dalam NSID 2025. Ia menegaskan pentingnya menjadikan inovasi sebagai gerakan berkelanjutan, bukan kegiatan tahunan yang hanya selesai di panggung acara.

“Kegiatan ini diikuti oleh pelajar, universitas, perangkat daerah, hingga kabupaten/kota. Oleh karena itu, saya berharap agenda ini tidak hanya menjadi seremonial. Inovasi yang sudah ada harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan mampu diimplementasikan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Bobby menyebut bahwa keberhasilan Taput dalam memaksimalkan inovasi pendidikan berbasis budaya merupakan contoh penggunaan inovasi yang tepat sasaran dan bisa direplikasi oleh daerah lainnya.

North Sumatera Innovation Day 2025: Panggung Kolaborasi Inovatif

Dengan tema “Smart Province, Innovative People”, North Sumatera Innovation Day 2025 menjadi wadah bertemunya beragam ide kreatif, teknologi tepat guna, hingga inovasi pelayanan publik. Acara ini menjadi momentum penting bagi daerah-daerah di Sumatera Utara untuk menampilkan kerja nyata dalam memperbaiki kualitas pemerintahan, pelayanan, dan pendidikan.

Kehadiran Taput dengan membawa inovasi pendidikan berbasis budaya menjadikan kabupaten ini salah satu peserta dengan karakter inovasi paling kuat dan relevan dengan visi pembangunan daerah. Selain menampilkan IMATUTU, Taput juga memperlihatkan dokumen pendukung inovasi pendidikan dan produk penelitian yang telah diimplementasikan ke sekolah-sekolah.

Taput Perkuat Ekosistem Inovasi Daerah

Prestasi Juara III yang diraih Taput menjadi bukti konsistensi kabupaten ini dalam membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi. Pemkab Taput melalui berbagai OPD terus mendorong percepatan layanan publik berbasis teknologi, budaya, dan kualitas sumber daya manusia.

Dengan capaian ini, Taput menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang berakar pada budaya lokal, birokrasi yang adaptif, serta inovasi yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Taput menunjukkan bahwa inovasi bukan hanya untuk dilombakan, tetapi untuk dihidupkan—setiap hari, setiap sektor, dan setiap pelayanan.

📝Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *