DOLOKSANGGUL – Senin 13 April 2026. Ribaknews.id
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kegiatan keagamaan berskala besar. Hal ini tercermin saat Bupati Humbahas, Oloan Paniaran Nababan, didampingi Sekretaris Daerah Chiristison Rudianto Marbun, menerima kunjungan Bishop dan Panitia Sinode Agung Gereja Kristen Luther Indonesia ke-XXXII, Senin (13/4/2026), di Kantor Bupati Humbahas, Bukit Inspirasi Doloksanggul.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, menandai eratnya hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan. Dalam pertemuan itu, Bishop GKLI, Jon Albert Saragih, memaparkan rencana pelaksanaan Sinode Agung GKLI ke-XXXII yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang.
Menurutnya, agenda besar tersebut direncanakan akan digelar di Auditorium Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Sinode Agung merupakan forum tertinggi dalam struktur organisasi GKLI yang tidak hanya membahas arah pelayanan gereja, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi spiritual dan organisasi bagi seluruh jemaat.
“Pemerintah daerah selama ini tetap menjadi sahabat bagi GKLI. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan, saran, dan masukan agar pelaksanaan Sinode Agung ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Bishop.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan tersebut berpotensi menghadirkan peserta dari berbagai daerah, sehingga membutuhkan kesiapan matang, baik dari sisi teknis penyelenggaraan maupun dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah daerah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Humbahas menyampaikan apresiasi atas kunjungan panitia dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kita menyambut baik rencana Sinode Agung ini. Pemerintah daerah selalu mendukung kegiatan keagamaan yang mampu mempererat persatuan dan meningkatkan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan menjadi salah satu kunci dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Menurutnya, gereja memiliki peran strategis dalam membangun karakter masyarakat serta menjaga harmoni sosial.
“Kita berdoa agar Sinode Agung ini berjalan dengan baik, lancar, dan penuh sukacita. Pemerintah daerah juga membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk gereja, agar pembangunan di berbagai sektor dapat berjalan sesuai harapan,” tambahnya.
Selain sebagai agenda keagamaan, pelaksanaan Sinode Agung GKLI juga dinilai memiliki potensi dampak ekonomi bagi daerah, khususnya di kawasan Tapanuli Utara dan sekitarnya. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah diperkirakan akan mendorong aktivitas sektor perhotelan, transportasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga berpotensi memperkuat citra kawasan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan, mengingat lokasi pelaksanaan berada di lingkungan institusi pendidikan tinggi keagamaan.
Secara sosial, Sinode Agung diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi jemaat GKLI dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan pelayanan di tengah masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi berbagai pihak, Sinode Agung GKLI ke-XXXII diharapkan tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan spiritual dan sosial masyarakat di kawasan Tapanuli.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur













