Balige — Senin 10 November 2025 Ribaknews.id
Keluarga Besar Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025 dengan mengusung semangat tema nasional “Pahlawanku Teladanku — Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.”
Peringatan ini menjadi refleksi mendalam bagi seluruh jajaran Rutan Balige dalam meneladani nilai juang, semangat pantang menyerah, dan integritas para pahlawan yang telah berkorban demi bangsa.
Nilai Kepahlawanan dalam Pengabdian ASN Pemasyarakatan
Kepala Rutan Kelas IIB Balige, David Petrus Nicolas, menegaskan bahwa semangat perjuangan para pahlawan tidak boleh hanya berhenti pada seremonial peringatan, tetapi harus diwujudkan dalam kinerja nyata di bidang pemasyarakatan.
> “Nilai perjuangan para pahlawan harus kita hidupkan dalam setiap langkah pengabdian. Tugas kita sekarang adalah menjaga integritas, memberikan pelayanan terbaik, dan terus memperbaiki diri untuk masyarakat,” ujar David Petrus Nicolas.
Ia menambahkan bahwa pahlawan masa kini adalah mereka yang tetap bekerja dengan dedikasi tinggi, walau di tengah keterbatasan. “Semangat juang tidak hanya ada di medan perang, tapi juga di ruang kerja, di balik jeruji, dan di setiap langkah pengabdian yang jujur,” imbuhnya.
RUBAGE KERAS: Filosofi Semangat ASN Rutan Balige
Rutan Balige saat ini tengah menggaungkan tagline internal “RUBAGE KERAS”, singkatan dari Kolaboratif, Edukatif, Responsif, Amanah, dan Sinergi.
Filosofi ini menjadi panduan sikap kerja seluruh pegawai Rutan Balige untuk tetap solid dan berorientasi pelayanan.
“Melalui semangat RUBAGE KERAS, kami ingin mewujudkan Rutan Balige yang humanis, berintegritas, dan menjadi rumah pembinaan yang inspiratif bagi warga binaan,” jelas David.
Pendekatan kolaboratif dan edukatif menjadi kunci agar pembinaan di lingkungan Rutan dapat berjalan efektif, dengan tetap menempatkan keamanan dan kemanusiaan sebagai fondasi utama.
Makna Hari Pahlawan di Tengah Tantangan Zaman
Peringatan Hari Pahlawan 2025 juga menjadi momen refleksi bagi seluruh ASN di lingkungan Kemenkumham agar tidak melupakan jati diri pelayanan publik.
Rutan Balige menilai bahwa nilai kepahlawanan kini terletak pada kemampuan untuk beradaptasi, menjaga integritas, dan bekerja dengan hati.
David Petrus Nicolas menegaskan, perjuangan hari ini bukan lagi melawan penjajah bersenjata, melainkan melawan kemalasan, korupsi, dan hilangnya rasa tanggung jawab. “Semangat juang harus diwujudkan dalam kerja nyata dan pelayanan tulus kepada masyarakat,” pungkasnya.
Menyalakan Api Teladan, Menjaga Marwah Institusi
Dalam setiap momentum Hari Pahlawan, Rutan Balige berkomitmen untuk terus menghidupkan nilai-nilai keteladanan dalam sistem pemasyarakatan modern.
Melalui kolaborasi dengan masyarakat, aparat penegak hukum, dan lembaga sosial, Rutan Balige ingin menjadi simbol perubahan positif dan wujud nyata semangat kepahlawanan di era reformasi birokrasi.
> “Kami ingin Rutan Balige tidak hanya dikenal sebagai lembaga pemasyarakatan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan yang menyalakan api semangat dan menghidupkan nilai-nilai pahlawan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup David Petrus Nicolas.
Dengan tema nasional “Pahlawanku Teladanku — Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” Rutan Kelas IIB Balige menegaskan tekadnya untuk menjadi bagian dari perjuangan masa kini — bukan dengan senjata, melainkan dengan dedikasi dan keteladanan.
(Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya)












