JAKARTA | Ribaknews.id
Harapan meraih keuntungan besar dari bisnis minyak mentah justru berubah menjadi kerugian miliaran rupiah bagi seorang pengusaha asal Tangerang berinisial RS. Korban mengaku mengalami kerugian mencapai Rp2,93 miliar setelah mengikuti proyek pasokan minyak yang diduga tidak pernah terealisasi.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan. Dalam laporannya, korban menyebut nama Wahyudi Setiawan dan istrinya, Cindy Atika Putri, sebagai pihak yang menawarkan proyek tersebut.
Menurut keterangan korban, perkenalan dengan terlapor terjadi pada September 2025 melalui rekomendasi seorang dokter langganannya. Dari hubungan tersebut, korban mengaku awalnya diminta membayar biaya jasa konsultan rumah sakit sebesar Rp200 juta.
Tidak lama kemudian, korban ditawari peluang bisnis pasokan minyak mentah yang diklaim berasal dari Dubai untuk memenuhi kebutuhan pasar Asia Tenggara. Korban mengaku diyakinkan dengan berbagai penjelasan mengenai jaringan bisnis, relasi internasional, serta nama sejumlah perusahaan yang disebut terlibat.
Merasa yakin, korban kemudian mentransfer dana hingga Rp2,3 miliar ke rekening pribadi terlapor. Permintaan dana terus berlanjut dengan alasan biaya tambat kapal dan kebutuhan operasional lainnya, hingga total uang yang telah diserahkan mencapai Rp2,93 miliar.
Korban juga mengaku sempat diajak ke Pulau Sambu untuk melihat langsung rencana kerja sama dengan PT Lepen selaku pemilik kilang. Namun setelah melakukan konfirmasi, korban menyebut tidak ditemukan adanya pembayaran sewa kilang maupun perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani.
Dalam laporannya, korban menduga nama Pertamina serta relasi bisnis dari Dubai digunakan untuk membangun kepercayaan terhadap proyek tersebut. Dugaan itu kini menjadi salah satu bagian yang akan didalami penyidik.
Selain Wahyudi Setiawan, nama Cindy Atika Putri turut disebut dalam laporan. Korban menduga terdapat peran lebih dari satu orang dalam rangkaian komunikasi dan transaksi yang berlangsung.
Kasus ini memunculkan sejumlah pertanyaan, mulai dari alasan penggunaan rekening pribadi dalam transaksi bernilai miliaran rupiah hingga keberadaan dokumen kerja sama yang dijanjikan kepada korban.
Hingga berita ini diturunkan, Wahyudi Setiawan belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp. Sementara aparat kepolisian masih mendalami laporan tersebut untuk mengungkap fakta dan memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara ini.
Diterbitkan Media Ribak News ID
( Dikutip dari berbagai sumber )













