SIBORONGBORONG, Selasa 12 Mei 2026.
Ribaknews.id
Kolaborasi antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Starbucks Coffee Company terus diperkuat dalam mendukung pengembangan industri kopi di Sumatera Utara melalui Program T.E.K.A.D (The Empowerment of Coffee Agribusiness Development). Kegiatan penyaluran bantuan bibit kopi dan mesin pengolahan kopi berlangsung di kawasan PT SSC Siborongborong, Selasa (12/5/2026).
Program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor agribisnis kopi dari hulu hingga hilir, sekaligus meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi Sumatera Utara yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan nasional.
Dalam kegiatan itu, diserahkan bantuan bibit kopi sistem cocopeat yang akan didistribusikan secara bertahap kepada kelompok tani hingga mencapai satu juta bibit. Selain itu, petani juga menerima bantuan mesin pengupas kulit kopi (ecomill) guna mendukung proses pengolahan pascapanen agar lebih efisien dan berkualitas.
Acara tersebut dihadiri kelompok tani dan petani kopi dari sejumlah kabupaten sentra produksi kopi di Sumatera Utara. Kehadiran para petani menunjukkan besarnya harapan terhadap program yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan hasil produksi dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, Fariz Haholongan Hutagalung, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi langkah penting dalam membangun pertanian berkelanjutan, khususnya pada komoditas kopi.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution terus mendorong sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah yang sejalan dengan program nasional.
“Melalui program ini, diharapkan petani kopi Sumatera Utara dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen sehingga berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, Viktor Siagian, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia memastikan pihaknya akan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian dalam melakukan pendampingan kepada petani mulai dari proses penanaman hingga panen.
“Kami siap memberikan pendampingan maksimal kepada petani agar setiap kendala di lapangan dapat segera diatasi dan hasil produksi kopi semakin optimal,” katanya.
Di sisi lain, Manager Starbucks Coffee Company, Melitah Daud, menyampaikan bahwa Program T.E.K.A.D merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan industri kopi Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.
Menurutnya, bantuan bibit unggul dan mesin pengolahan yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas kopi petani lokal sehingga dapat bersaing di pasar global.
“Kami ingin memastikan petani tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga kualitas hasil kopi sehingga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ungkap Melitah Daud.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula penanaman bibit kopi secara simbolis di kawasan kebun petani Silangit. Penanaman dilakukan bersama oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, pihak Starbucks Coffee Company, dinas pertanian kabupaten, dan perwakilan petani kopi.
Kegiatan tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan petani dalam membangun industri kopi yang berkelanjutan serta berdaya saing.
Melalui program ini, diharapkan ekosistem kopi di Sumatera Utara semakin berkembang, baik dari sisi produksi, kualitas, hingga pemasaran. Selain mendukung kesejahteraan petani, Program T.E.K.A.D juga diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan komoditas unggulan daerah.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur













