Tapanuli Utara, Jumat 05 Desember 2025 — Ribaknews.id
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara kembali mengintensifkan distribusi bantuan logistik melalui jalur udara untuk mempercepat penanganan masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah yang hingga kini masih sulit dijangkau. Pada Jumat (5/12), tim gabungan yang tergabung dalam Posko Penanganan Bencana menerbangkan tiga trip logistik dari Bandara Silangit menuju desa-desa terdampak di Kecamatan Adiankoting.
Distribusi Tiga Trip Penerbangan dalam Satu Hari
Operasi distribusi dimulai pada pukul 07.00 WIB ketika penerbangan pertama diberangkatkan menuju Desa Torhonas, Kecamatan Adiankoting. Dalam trip ini, sebanyak 600 kilogram logistik diterbangkan, terdiri dari beras, mi instan, makanan cepat saji, obat-obatan, serta ikan asin dan ikan kering sebagai sumber protein tambahan bagi warga.
Pukul 09.30 WIB, tim kembali melakukan penerbangan kedua menuju Desa Pardomuan Nauli. Komposisi bantuan pada trip ini juga mencapai 600 kilogram, meliputi beras, mi instan, makanan cepat saji, ikan kering, serta sejumlah obat-obatan esensial yang diperlukan untuk kebutuhan darurat di lokasi pengungsian.
Trip ketiga lepas landas pada pukul 10.30 WIB dengan tujuan yang sama, yakni Desa Pardomuan Nauli. Dalam misi ini, tim membawa kembali 600 kilogram bantuan berupa beras, mi instan, roti kering, gula, serta minyak goreng — bahan pangan utama yang dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi konsumsi harian selama masa tanggap darurat.
Total logistik yang didistribusikan dalam satu hari mencapai 1.800 kilogram, menunjukkan konsistensi Pemkab Taput dalam memperkuat pasokan kebutuhan dasar untuk warga yang masih terisolir akibat gangguan akses darat.
Akses Darat Terputus, Transportasi Udara Jadi Solusi Tercepat
Sejumlah ruas jalan penghubung di Kecamatan Adiankoting dilaporkan masih tertutup akibat longsor susulan dan kerusakan struktur tanah. Kondisi ini menyebabkan kendaraan roda empat maupun roda dua tidak dapat masuk secara aman ke beberapa desa, sehingga jalur udara menjadi satu-satunya cara tercepat dan paling efektif untuk menyalurkan bantuan.
Tim gabungan yang melibatkan BPBD Taput, unsur TNI-Polri, relawan desa, serta kru penerbangan Bandara Silangit bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan setiap trip dapat berjalan sesuai jadwal. Proses verifikasi titik pendaratan juga dilakukan sebelum penerbangan, guna menjamin keamanan pendaratan dan kelancaran penyerahan logistik kepada aparat desa serta relawan setempat.
Koordinasi Lapangan Diperkuat, Distribusi Dilakukan Secara Berlapis
Setibanya di lokasi, logistik diserahkan kepada perangkat desa dan tim relawan untuk didistribusikan berlapis kepada warga. Mekanisme distribusi ini dilakukan dengan pemetaan prioritas, mulai dari kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu menyusui, serta keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Selain mengirim bahan pangan, posko bencana juga memantau kebutuhan medis, termasuk potensi infeksi saluran pernapasan, dehidrasi, dan penyakit kulit yang biasanya muncul pada situasi pascabencana. Sejumlah obat-obatan dasar menjadi prioritas dalam setiap trip baik hari ini maupun hari-hari sebelumnya.
Pemkab Pastikan Distribusi Berlanjut Hingga Akses Pulih
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan bahwa misi penyaluran logistik melalui udara akan terus dilakukan sampai seluruh wilayah terisolir dapat dijangkau kembali melalui jalur darat. Selain itu, Pemkab memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini, mulai dari tenaga teknis lapangan, kru penerbangan, aparat keamanan, hingga masyarakat desa yang turut membantu mempercepat distribusi kepada warga.
Bupati Taput menyampaikan bahwa upaya percepatan penanganan bencana hanya dapat berjalan optimal melalui kerja kolaboratif. Oleh karena itu, Pemkab memastikan mekanisme pemantauan kebutuhan, pencatatan logistik, dan evaluasi harian terus dilakukan untuk menjamin distribusi yang efektif, tepat sasaran, dan transparan.
Sambil menunggu pembukaan akses darat secara penuh, jalur udara tetap menjadi tulang punggung utama untuk menjangkau warga yang terdampak paling berat. Pemkab juga mengingatkan bahwa di lapangan, munculnya hambatan cuaca, kondisi pendaratan, dan dinamika kebutuhan warga menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jenis komoditas yang dikirim setiap hari.
Jonaer Silaban













