Siborongborong – Humbahas Ribaknews.id
Sebagai wujud nyata solidaritas dan kepedulian antarinsan Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Siborongborong bersama Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Humbang Hasundutan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Tapanuli, Kamis (18/12).
Kolaborasi dua UPT ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Siborongborong, Herry Hasudungan Simatupang, dengan menyasar Lapas Kelas III Barus, Lapas Kelas IIA Sibolga, serta Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sibolga.
Penyaluran bantuan dilakukan secara maraton, menempuh jarak antardaerah dengan medan yang cukup menantang pasca-bencana, demi memastikan bantuan tiba tepat waktu dan tepat sasaran.
Aksi kemanusiaan tersebut menjadi respons cepat atas dampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pesisir dan perbukitan Tapanuli.
Bencana alam tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat umum, tetapi juga berdampak langsung terhadap operasional dan kondisi psikologis petugas serta warga binaan di lingkungan Pemasyarakatan.
Rombongan gabungan Lapas Siborongborong dan Rutan Humbang Hasundutan mengawali misi kemanusiaan dengan mengunjungi Lapas Kelas III Barus. Di lokasi ini, bantuan diserahkan langsung kepada jajaran pimpinan UPT sebagai bentuk dukungan moril dan logistik agar pelayanan Pemasyarakatan tetap berjalan optimal di tengah situasi darurat. Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan menuju Kota Sibolga untuk menyalurkan bantuan ke Lapas Kelas IIA Sibolga dan Bapas Kelas II Sibolga.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan operasional lainnya. Seluruh bantuan tersebut merupakan hasil donasi kolektif dari jajaran pegawai Lapas Siborongborong dan Rutan Humbang Hasundutan, yang secara sukarela menyisihkan rezeki sebagai bentuk empati terhadap rekan sejawat yang terdampak bencana.
Kalapas Siborongborong, Herry Hasudungan Simatupang, dalam keterangannya menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud ikatan persaudaraan yang kuat di lingkungan Pemasyarakatan. Menurutnya, solidaritas tidak boleh terhenti hanya karena jarak geografis maupun kondisi darurat yang dihadapi.
“Dalam situasi sulit seperti ini, tidak ada satu pun insan Pemasyarakatan yang berjalan sendiri. Kami hadir untuk menyalurkan amanah bantuan kepada saudara-saudara kami di Barus dan Sibolga, baik bagi para pegawai maupun warga binaan.
Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan menjadi penguat semangat untuk bangkit bersama,” ujar Herry.
Ia juga menambahkan bahwa gerakan solidaritas tersebut sejalan dengan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, khususnya pada aspek kolaboratif, empati, dan pelayanan publik.
Menurutnya, Pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai institusi pembinaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam situasi kebencanaan.
Kehadiran rombongan gabungan ini disambut hangat oleh para Kepala UPT penerima beserta jajarannya. Bantuan yang diberikan dinilai sangat membantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar dan menunjang pemulihan layanan Pemasyarakatan pasca-bencana.
Selain bantuan fisik, kehadiran langsung rekan sejawat juga menjadi suntikan moral yang penting bagi para petugas di lapangan.
Secara kelembagaan, aksi kolaboratif ini mencerminkan kuatnya sinergi horizontal antar-UPT Pemasyarakatan di Sumatera Utara.
Tanpa menunggu instruksi berjenjang, inisiatif ini menunjukkan kesiapsiagaan dan kepedulian internal dalam merespons kondisi darurat, sekaligus memperkuat citra Pemasyarakatan sebagai institusi yang humanis dan responsif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan proses pemulihan pasca-bencana di lingkungan Lapas dan Bapas yang terdampak dapat berjalan lebih cepat, aman, dan berkelanjutan. Selain itu, semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan terus terjaga sebagai modal sosial penting dalam menghadapi tantangan ke depan.
Aksi kemanusiaan Lapas Siborongborong dan Rutan Humbang Hasundutan ini menjadi bukti konkret bahwa nilai kepedulian dan solidaritas tetap hidup di tengah tugas berat Pemasyarakatan. Di tengah bencana, semangat persaudaraan menjadi kekuatan utama untuk bangkit dan melanjutkan pelayanan kepada masyarakat serta warga binaan.
Jonaer Silaban













