Jumat 13 Maret 2026, Humbang Hasundutan. Ribaknews.id
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Pemkab Humbahas) terus menguatkan strategi pengendalian inflasi melalui sektor pertanian. Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui kegiatan panen jagung bersama kelompok tani Permata Subur di Desa Lobutolong, Kecamatan Paranginan, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar seremoni panen, tetapi menjadi bagian dari intervensi nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas strategis seperti jagung. Bupati Humbahas, Oloan Paniaran Nababan, diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Perekonomian dan Pembangunan, Parman Lumban Gaol, hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Parman menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki posisi sentral dalam mengendalikan inflasi daerah. Ketika produksi pangan meningkat, tekanan harga di pasar dapat ditekan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Panen jagung ini bukan hanya keberhasilan kelompok tani, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekonomi daerah. Produksi yang stabil akan berdampak langsung pada stabilitas harga,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Eliapzan Sihotang, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tukka Siahaan, Camat Paranginan Riduan Biduan Silaban, serta Kepala Desa Lobutolong Thomson Sianturi. Kehadiran perwakilan Bank Indonesia juga menunjukkan adanya dukungan lintas sektor dalam penguatan sektor pertanian.
Secara struktural, keterlibatan lembaga keuangan seperti Bank Indonesia dalam sektor pertanian mencerminkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam pengendalian inflasi. Tidak hanya melalui kebijakan moneter, tetapi juga lewat dukungan langsung terhadap peningkatan produksi pangan di tingkat petani.
Jagung sendiri merupakan salah satu komoditas strategis dalam struktur pangan nasional. Selain sebagai bahan konsumsi, jagung juga menjadi bahan baku industri pakan ternak yang memiliki dampak luas terhadap stabilitas harga daging dan telur. Oleh karena itu, peningkatan produksi jagung memiliki efek berantai terhadap pengendalian inflasi secara keseluruhan.
Pemkab Humbahas juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas kelompok tani. Menurut Parman, kelompok tani tidak hanya membutuhkan bantuan fisik seperti bibit dan pupuk, tetapi juga pendampingan berkelanjutan, akses terhadap teknologi pertanian, serta dukungan pemasaran.
“Kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan petani harus terus diperkuat. Dengan begitu, hasil pertanian tidak hanya meningkat, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Bank Indonesia atas kontribusinya dalam mendukung kelompok tani Permata Subur. Dukungan tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjadi model pengembangan pertanian berbasis kemitraan.
Ke depan, Pemkab Humbahas berharap keberhasilan kelompok tani Permata Subur dapat direplikasi di wilayah lain. Dengan demikian, upaya pengendalian inflasi melalui sektor pertanian dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Panen jagung ini menjadi simbol bahwa ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi tidak dapat dipisahkan. Ketika sektor pertanian diperkuat, maka fondasi ekonomi daerah pun akan semakin kokoh.
Diterbitkan: Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur












