Natal 2025 Lapas Siborongborong Penuh Sukacita: Prosesi Kudus, Koor WBP, dan Pesan Penguatan Keluarga

Perayaan Natal Penuh Sukacita di Lapas Siborongborong

SIBORONGBORONG — Ribaknews.id

Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Siborongborong merayakan Natal Tahun 2025 dengan penuh sukacita dan kekhidmatan pada Sabtu (06/12). Perayaan ini menjadi momen penting untuk memperkuat nilai spiritual, mempererat tali kekeluargaan, dan meneguhkan harapan baru bagi seluruh pegawai maupun warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Suasana perayaan dimulai dengan prosesi kudus yang membawa Alkitab, lilin, dan salib. Prosesi tersebut menjadi simbol terang iman dan kehadiran Kristus yang menerangi setiap hati, tidak terkecuali bagi mereka yang sedang menjalani pembinaan di dalam Lapas. Nuansa religius langsung terasa sejak awal, menghadirkan keheningan yang mendalam dan rasa syukur yang kuat.

Tema: Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga

Pada perayaan tahun ini, Lapas Siborongborong mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga (Matius 1:21–24)”. Tema ini dipilih sebagai pengingat bahwa nilai-nilai kasih, pengampunan, dan kebersamaan adalah fondasi penting bagi keluarga serta kehidupan bermasyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Siborongborong, Herry H Simatupang, S.H., M.H., menegaskan bahwa perayaan Natal bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat solidaritas dan membangun suasana kekeluargaan di lingkungan pemasyarakatan.

“Terima kasih kepada Bapak Pendeta dan seluruh panitia yang sudah bekerja maksimal untuk menyukseskan perayaan ini. Semangat kebersamaan yang kita rasakan hari ini adalah wujud nyata kasih yang mempersatukan kita,” ujarnya dalam sambutan.

Harmoni Koor Pegawai dan WBP: Simbol Rekonsiliasi dan Harapan

Semarak Natal semakin terasa saat koor pegawai bersama koor warga binaan tampil menyanyikan kidung-kidung penuh makna. Harmoni yang tercipta mencerminkan rekonsiliasi dan ketulusan hati untuk membangun harapan baru. Di balik tembok tinggi dan pintu besi, musik menjadi jembatan yang mempertemukan dua dunia: para pembina dan mereka yang dibina.

Salah satu momen paling mengharukan adalah penampilan fragmen Natal oleh WBP. Fragmen ini menyajikan kisah tentang pengampunan, pertobatan, dan kelahiran harapan baru — pesan yang sangat relevan bagi mereka yang sedang melalui proses pemulihan diri.

Fragmen tersebut mampu membangkitkan suasana haru, membuat sebagian hadirin tidak mampu menahan air mata. Pesan yang disampaikan sederhana namun kuat: selalu ada kesempatan baru dalam hidup, dan Natal adalah pengingat bahwa setiap manusia berhak bangkit dari masa lalu.

Renungan: Menghadirkan Kasih dan Pengampunan dalam Keluarga

Renungan Natal dibawakan oleh Pdt. Wisno Welman M. Sihombing, M.Th, yang memperdalam makna tema perayaan tahun ini. Ia mengajak seluruh hadirin untuk kembali kepada nilai dasar keluarga: mengasihi, memahami, dan saling menopang.

“Kehadiran Yesus Kristus adalah wujud kasih Allah yang memulihkan dan menyelamatkan setiap keluarga. Di dalam keluarga, setiap pribadi belajar untuk mengasihi dan hidup dalam keharmonisan. Karena itu, tema Natal tahun ini mengajak kita menjadikan keluarga sebagai cermin kasih Allah,” ujarnya.

Pesan tersebut disambut hangat oleh para pegawai dan warga binaan, yang menyadari bahwa keluarga adalah landasan utama pemulihan diri. Bagi WBP, renungan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk memperbaiki relasi keluarga dan membangun masa depan yang lebih baik setelah bebas.

Natal sebagai Momentum Pemulihan dan Penguatan Pembinaan

Perayaan Natal 2025 ini bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga bagian dari pembinaan spiritual yang rutin dilakukan di Lapas Siborongborong. Melalui kegiatan seperti ini, pihak Lapas berharap tercipta suasana positif yang mendorong perubahan pola pikir, membangun karakter, dan memperkuat semangat warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan lebih siap.

Acara ditutup dengan pesan damai bagi seluruh masyarakat dan harapan agar terang Natal membawa perubahan nyata, kedamaian, dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh keluarga besar Lapas.

Jonaer Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed