TAPANULI UTARA — Senin 10 November 2015 Ribaknews.id
Suasana penuh sukacita rohani mewarnai kawasan wisata rohani Salib Kasih Siatas Barita, Senin (10/11/2025), ketika Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si bersama Ketua Dekranasda Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menghadiri kegiatan Mini Pesparawi Salib Kasih bertema “Harmoni Iman, Budaya, dan Pariwisata.”
Kegiatan ini diikuti 25 peserta dari empat kabupaten, yakni Tapanuli Utara, Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Tengah. Ajang ini menjadi ruang kolaboratif lintas daerah yang memadukan kekuatan iman, kebudayaan, dan pengembangan destinasi wisata rohani di Tanah Batak.
Mini Pesparawi ini digelar oleh Barisan Muda Tapanuli Utara dan diinisiasi oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ir. Lamhot Sinaga, M.M. Hadir pula Anggota Komisi VII DPR RI Samuel J.D. Wattimena, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf Vinsensius Jemadu, Direktur Arsitektur dan Desain Kemenparekraf Sabar Norma Megawati Panjaitan, serta jajaran Forkopimda Taput, unsur DPRD, TP PKK, pimpinan OPD, dan peserta lomba dari berbagai kabupaten.
Wujud Iman dan Ekonomi dalam Satu Irama
Dalam sambutannya, Deputi Vinsensius Jemadu menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan yang memadukan nilai iman dan seni.
> “Kita patut bersyukur atas berlangsungnya acara ini. Ini bukan hanya tentang musik rohani, tapi juga tentang menggabungkan wisata dengan seni di destinasi rohani ini. Semoga Pesparawi ini menjadi event tahunan dengan cakupan yang lebih luas,” ujarnya.
Kemenparekraf menilai konsep kegiatan ini visioner karena menghadirkan model baru wisata rohani yang melibatkan partisipasi masyarakat lintas daerah. Mini Pesparawi menjadi contoh sinergi antara spiritualitas dan ekonomi kreatif — sebuah inovasi dalam memajukan pariwisata berbasis iman.
Lamhot Sinaga: Salib Kasih Harus Jadi Titik Nol Kekristenan di Tanah Batak
Sementara itu, Ir. Lamhot Sinaga, dalam sambutannya, menegaskan makna historis Salib Kasih sebagai lambang awal peradaban Kristen di Tanah Batak.
> “Kita tidak akan hadir di sini tanpa kehadiran missionaris I.L. Nomensen. Salib Kasih ini adalah cikal bakal perkembangan agama, pendidikan, dan kebudayaan Batak. Karena itu, kami akan perjuangkan agar Salib Kasih ditetapkan sebagai titik nol kekristenan di Tanah Batak,” katanya disambut tepuk tangan peserta.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan semua pihak dalam memperkuat infrastruktur wisata rohani, seperti pembangunan fasilitas penunjang yang layak bagi wisatawan dan peserta kegiatan skala besar.
CSR BRI Rp 2,73 Miliar: Dorongan Nyata untuk Taput Maju
Dalam kesempatan yang sama, Ir. Lamhot Sinaga menyerahkan bantuan CSR Bank BRI senilai Rp 2.733.000.000 yang diterima secara simbolis oleh Bupati Taput. Bantuan ini menjadi bukti nyata dukungan dunia perbankan terhadap pengembangan ekonomi dan pariwisata di daerah.
Rinciannya meliputi:
Revitalisasi kios UMKM dan kios suvenir di Kawasan Salib Kasih, masing-masing Rp 500 juta.
Revitalisasi sarana dan prasarana UMKM di Geosite Hutaginjang Rp 500 juta.
Bantuan alat pertanian seperti traktor, pemanen padi, dan mesin giling untuk berbagai kelompok tani di Garoga, Pahae Julu, dan Muara, senilai lebih dari Rp 1,2 miliar.
Langkah ini memperlihatkan model pembangunan yang holistik — di mana kegiatan rohani juga menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bupati JTP: Seni dan Iman Bisa Bersatu Membangun Daerah
Usai menerima bantuan tersebut, Bupati Jonius Taripar Hutabarat menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
> “Terima kasih kepada Bapak Ir. Lamhot Sinaga, salah satu putra terbaik Tapanuli Raya, atas kepeduliannya terhadap kemajuan daerah ini. Kegiatan ini bukan sekadar ajang bernyanyi, tetapi sarana mempererat kebersamaan antar gereja, sekolah, dan antar kabupaten,” ujarnya.
Bupati juga memuji peran Barisan Muda Tapanuli Utara yang mampu menghadirkan kegiatan penuh makna dan semangat kebersamaan.
> “Saya berharap Mini Pesparawi Salib Kasih ini menjadi agenda tahunan daerah yang memperkuat harmoni antara iman, budaya, dan pariwisata. Inilah bukti bahwa seni dan iman bisa bersatu membangun daerah,” tegasnya.
Salib Kasih, Simbol Spiritualitas dan Pusat Wisata Religi
Kawasan Salib Kasih yang menjadi lokasi acara memiliki makna sejarah mendalam. Di tempat inilah misionaris Jerman Dr. Ludwig Ingwer Nommensen berdoa bagi Tanah Batak. Kini, monumen tersebut menjadi ikon wisata religi dan kebanggaan masyarakat Tapanuli Utara.
Melalui kegiatan Mini Pesparawi, Salib Kasih kembali diposisikan sebagai pusat spiritualitas, seni, dan kebangkitan pariwisata lokal. Ribuan masyarakat hadir menikmati lantunan pujian sambil menikmati panorama Doloksanggul yang memesona.
Sinergi Pusat dan Daerah untuk Wisata Rohani Nasional
Kehadiran pejabat Kemenparekraf bersama dua anggota DPR RI menjadi sinyal kuat bahwa Tapanuli Utara mulai dilirik sebagai destinasi unggulan wisata religi nasional.
Paduan musik rohani, budaya Batak, dan potensi alam yang megah menjadikan Mini Pesparawi ini bukan sekadar lomba paduan suara, melainkan juga wajah baru promosi pariwisata spiritual Tanah Batak.
Dengan dukungan pemerintah pusat, dunia usaha, dan kepemimpinan Bupati Taput yang kolaboratif, kawasan Salib Kasih diyakini akan tumbuh sebagai magnet wisatawan sekaligus ruang refleksi iman yang memperkuat karakter masyarakat Batak Kristen.
Mini Pesparawi Salib Kasih 2025 bukan hanya panggung rohani, tapi juga tonggak sejarah baru perjalanan pariwisata dan budaya Tapanuli Utara.
Harmoni iman dan ekonomi kreatif yang dihadirkan melalui kegiatan ini membuktikan bahwa pembangunan yang berakar pada spiritualitas mampu melahirkan kemajuan yang berkelanjutan.
(Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya)








