Humbang Hasundutan – Jumat 06 Februari 2026 Ribaknews.id
Material longsor dari tebing perbukitan sempat menutup akses jalan di Desa Simataniari, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat excavator guna membersihkan badan jalan dan memulihkan mobilitas masyarakat.
Penanganan darurat dilakukan tak lama setelah laporan diterima, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas warga. Tim BPBD langsung melakukan pembersihan material tanah yang menutup sebagian ruas jalan, sekaligus memastikan kondisi jalur aman dilalui secara bertahap.
Kepala Pelaksana BPBD Humbang Hasundutan, Bernard Maori Simamora, menyampaikan kepada awak media saat diwawancarai wartawan dilapangan 06/02/2026 bahwa langkah cepat di lapangan merupakan implementasi dari instruksi Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH., MH., yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di wilayah rawan longsor.
“Pemulihan akses menjadi prioritas utama agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Penanganan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan personel serta stabilitas tanah di sekitar lokasi,” ujarnya saat memantau proses pembersihan.
Di lokasi kejadian, excavator milik pemerintah daerah terlihat bekerja membuka jalur yang tertutup material longsor. Struktur jalan yang berada di sisi lereng dengan kemiringan cukup tajam membuat proses penanganan dilakukan secara hati-hati, mengingat potensi pergerakan tanah masih mungkin terjadi.
Wilayah Parlilitan yang didominasi kontur perbukitan memang memiliki risiko longsor cukup tinggi, terutama saat intensitas hujan meningkat. Karena itu, selain melakukan penanganan teknis, BPBD juga melakukan pemantauan berkelanjutan dan koordinasi dengan pemerintah desa untuk mengantisipasi longsor susulan.
Partisipasi perangkat desa dan masyarakat setempat turut mempercepat proses pemulihan akses. Kolaborasi tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan warga dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus menjaga stabilitas aktivitas sosial dan ekonomi desa.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menegaskan bahwa respons cepat terhadap kejadian bencana merupakan bagian dari komitmen menjaga keselamatan publik dan konektivitas wilayah. Kehadiran alat berat di lokasi menjadi langkah konkret untuk memastikan jalur transportasi kembali berfungsi dan distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan.
Seiring proses pembersihan yang terus dilakukan, BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor, terutama di jalur perbukitan. Warga diminta segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah guna mencegah risiko yang lebih besar.
Dengan penanganan yang cepat dan terkoordinasi, akses jalan di Desa Simataniari kini mulai kembali normal. Upaya ini menjadi gambaran respons pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah dinamika kondisi alam.
Diterbitkan Media Ribak News
Penulis: Jonaer Silaban.







