Minggu 08 Maret 2026, Sipoholon-Tarutung.
Ribaknews.id
Kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus penguatan layanan dasar masyarakat, terutama penyediaan air bersih.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan peninjauan ke fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Tarutung yang berlokasi di Kelurahan Situmeang Habinsaran, Kecamatan Sipoholon, Minggu (8/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU didampingi oleh Wakil Bupati Deni P. Lumbantoruan, Direktur Utama PDAM Mual Natio David Hutabarat, sejumlah perangkat daerah, serta unsur pemerintah kecamatan.
Peninjauan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menteri PU di wilayah Sumatera Utara dan Aceh yang difokuskan pada evaluasi pembangunan infrastruktur, khususnya fasilitas yang terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU menyampaikan bahwa pemerintah pusat saat ini juga sedang melaksanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru guna memperkuat kapasitas layanan air bersih di kawasan tersebut.
Instalasi baru yang tengah dibangun memiliki kapasitas produksi sekitar 50 liter per detik, setara dengan kapasitas instalasi sebelumnya. Dengan demikian, apabila pembangunan selesai, total kapasitas produksi air bersih diperkirakan mencapai 100 liter per detik.
“Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan dampak bencana dapat berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu. Selain itu, kami juga meninjau kesiapan akses jalan nasional, termasuk perbaikan pada titik-titik longsor serta kesiapan peralatan untuk mengantisipasi wilayah yang rawan longsor,” ujar Menteri PU di akhir peninjauan.
Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur yang masih memerlukan dukungan pemerintah pusat.
Wakil Bupati Deni P. Lumbantoruan menyerahkan sejumlah permohonan bantuan kepada Kementerian PU, di antaranya dukungan pembersihan jalan dan bahu jalan, penanganan darurat pada titik-titik longsor, serta normalisasi sekitar 26 sungai yang dinilai membutuhkan penanganan.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan jembatan Bailey sebagai solusi sementara pada jalur transportasi yang terdampak, serta rehabilitasi dan rekonstruksi sejumlah infrastruktur jalan, jembatan, dan sumber daya air.
Permintaan tersebut menunjukkan bahwa dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi sebelumnya tidak hanya memengaruhi sumber air bersih, tetapi juga berdampak pada jaringan infrastruktur transportasi dan pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian terhadap pemulihan infrastruktur di daerahnya, khususnya pembangunan instalasi pengolahan air baru yang diharapkan mampu memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan IPA tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan pemerintah daerah setelah sembilan sumber air bersih di wilayah tersebut terdampak bencana pada tahun lalu.
Dengan kapasitas produksi yang diproyeksikan mencapai 100 liter per detik, instalasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di tiga kecamatan, yakni Tarutung, Siatas Barita, dan Sipoholon.
“Terima kasih atas dukungan pemerintah pusat melalui pembangunan instalasi pengolahan air ini. Kami berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar sesuai jadwal sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Wakil Bupati.
Secara teknis, peningkatan kapasitas produksi air bersih melalui pembangunan instalasi baru tersebut diperkirakan akan memperkuat ketahanan layanan air minum di kawasan perkotaan Tarutung dan sekitarnya, terutama dalam menghadapi potensi gangguan sumber air akibat perubahan cuaca ekstrem dan bencana alam.
Kehadiran infrastruktur air bersih yang memadai juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kesehatan masyarakat, pertumbuhan permukiman, serta aktivitas ekonomi lokal di wilayah ibu kota kabupaten tersebut.
Diterbitkan: Media Ribak News
Penulis/Redaktur










