Tarutung – Senin 05 Januari 2025 Ribaknews.id
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara kembali menegaskan posisi gereja sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Hal ini tercermin dalam kehadiran langsung Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si bersama Wakil Bupati Dr. Deni Lumbantoruan, M.Eng. pada Ibadah Syukuran Awal Tahun 2026 yang digelar di Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung, Senin (5/1/2026).
Ibadah awal tahun tersebut tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga ruang konsolidasi sosial, kebijakan, dan pelayanan publik berbasis nilai iman. Acara dihadiri sejumlah kepala daerah kawasan Danau Toba, termasuk Bupati Humbang Hasundutan Oloan Nababan, unsur Forkopimda Kabupaten Tapanuli Utara, pimpinan HKBP, para pendeta, serta jemaat dari berbagai wilayah pelayanan.
Salah satu agenda penting dalam rangkaian ibadah adalah peluncuran Aplikasi Pedoman Pelayanan HKBP oleh Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST. Aplikasi ini menjadi tonggak baru transformasi digital HKBP, yang dirancang untuk memperkuat standar pelayanan, menyatukan pedoman pastoral, serta menjawab tantangan pelayanan gereja di era digital dan masyarakat modern.
Dalam sambutan Forkopimda Tapanuli Raya yang disampaikan oleh Bupati Tapanuli Utara, ditegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara secara konsisten mengimplementasikan nilai marTuhan, marroha, marbisuk sebagai fondasi etis dan moral dalam tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik.
Menurut Bupati JTP Hutabarat, nilai tersebut tidak sekadar slogan, melainkan prinsip kerja yang menyatukan spiritualitas, empati sosial, dan kebijaksanaan dalam setiap pengambilan kebijakan. Pemerintah daerah, kata dia, memandang gereja bukan hanya sebagai institusi keagamaan, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun karakter, iman, serta kepedulian sosial masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berupaya mengimplementasikan nilai marTuhan, marroha, dan marbisuk sebagai fondasi utama dalam setiap pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa setiap tahun Pemkab Tapanuli Utara mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk mendukung kolaborasi dengan gereja. Dukungan tersebut mencakup pembangunan rumah ibadah, pemberian insentif bagi guru sekolah minggu, serta program sosial kemasyarakatan lainnya.
Ia menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pembangunan manusia yang berkelanjutan, di mana gereja berperan penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Dalam konteks ini, Bupati secara khusus mendorong optimalisasi peran Naposo HKBP sebagai agen perubahan sosial, baik dalam pelayanan gereja maupun pembangunan daerah.
Momentum ibadah syukuran awal tahun juga dimanfaatkan untuk menyampaikan apresiasi atas peran aktif HKBP dalam penanganan bencana alam yang melanda Tapanuli Utara. Bupati mencatat, sedikitnya tujuh kecamatan terdampak bencana, dengan dua kecamatan mengalami dampak sangat parah.
Dalam situasi darurat tersebut, tiga gereja HKBP difungsikan sebagai lokasi pengungsian warga. Kolaborasi cepat antara pemerintah daerah, HKBP, dan berbagai pihak dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan penanganan bencana yang relatif cepat dan terkoordinasi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, kami mengucapkan terima kasih kepada Ompui Ephorus HKBP yang sejak awal bencana terus aktif berkolaborasi dengan pemerintah, serta kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, doa, dan bantuan,” ujar Bupati.
Secara keseluruhan, Ibadah Syukuran Awal Tahun 2026 di Pearaja tidak hanya menegaskan arah spiritual HKBP di tahun baru, tetapi juga memperlihatkan model kolaborasi konkret antara gereja dan pemerintah daerah. Peluncuran aplikasi pelayanan HKBP, komitmen anggaran daerah, serta sinergi penanganan bencana menjadi indikator bahwa kemitraan ini bergerak dari simbolik menuju implementatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Jonaer Silaban













