Gereja St. Fidelis Sigmaringen Diresmikan: Wujud Iman dan Gotong Royong Umat Katolik Parlilitan

Simbol Kebersamaan Pemerintah dan Umat

DAERAH, Uncategorized323 Dilihat

Parlilitan, Minggu 9 November 2025— Ribaknews.id

Diiringi suasana penuh haru dan sukacita, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH., MH. bersama Vikep Santa Filipus Rasul Doloksanggul, RP Yanuarius Berek, SVD meresmikan Gereja Katolik St. Fidelis Sigmaringen Sihabong-habong, Paroki St. Lusia Parlilitan, Minggu (9/11).
Acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati dan pembukaan kunci gereja oleh Pastor Paroki Santa Lusia Parlilitan, Pastor Sebastian Siringoringo, OFM. Cap.

Simbol Kebersamaan Pemerintah dan Umat

Peresmian gereja ini dihadiri ratusan umat dan berbagai unsur pemerintahan. Hadir Anggota DPRD Humbahas Antonius P. Simamora dan Roganda Tinambunan, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Adrianus TH Mahulae, sejumlah pimpinan OPD, Camat Parlilitan Marolop Sihotang, unsur Polsek dan Koramil Parlilitan, serta para kepala desa dan tokoh masyarakat termasuk anak rantau yang pulang untuk menyaksikan momen bersejarah ini.

Dalam sambutannya, Bupati Oloan Nababan menegaskan bahwa berdirinya gereja ini bukan hanya hasil kerja fisik, tetapi juga buah iman dan gotong royong umat Katolik Humbahas.

> “Pembangunan gereja ini adalah wujud nyata dari semangat kebersamaan dan keimanan umat Katolik di Humbang Hasundutan, khususnya di Parlilitan. Semoga tempat ini menjadi rumah doa, tempat kedamaian, dan sumber pelayanan bagi sesama,” ujar Oloan Nababan.

Pesan Pemerintah: Gereja Harus Hadir untuk Sesama

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak umat Katolik agar semakin aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Menurutnya, kehadiran gereja bukan hanya simbol keagamaan, tetapi juga pusat solidaritas dan pelayanan sosial yang membawa berkat bagi lingkungan sekitar.

> “Dengan berdirinya Gereja Katolik ini, mari kita tingkatkan peran sosial umat. Pemerintah selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melihat, mendengar, dan memberikan yang terbaik,” katanya disambut tepuk tangan jemaat.

Pesan tersebut memperlihatkan konsistensi Bupati Humbahas dalam membangun citra kepemimpinan humanis dan inklusif, yang menempatkan nilai-nilai spiritual sebagai bagian dari pelayanan publik.

Vikep Doloksanggul: Gereja Ini Adalah Berkat Nyata

Sementara itu, Vikep Santa Filipus Rasul Doloksanggul RP Yanuarius Berek, SVD menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran pemerintah daerah. Ia menilai pembangunan gereja ini merupakan berkat Tuhan yang nyata bagi seluruh umat dan masyarakat sekitar.

> “Pemberkatan gereja ini adalah tanda kasih Tuhan. Tempat ini menjadi sumber kedamaian, pengharapan, dan kasih bagi siapa saja yang datang berdoa di dalamnya. Terima kasih kepada Bupati Humbahas dan seluruh pihak yang mendukung karya Tuhan ini,” ujar RP Yanuarius.

Pemberkatan dilakukan secara khidmat, diiringi doa dan pujian dari umat yang memenuhi area gereja. Suasana semakin hangat ketika Vikep bersama Pastor Sebastian Siringoringo menyerahkan ulos kepada Bupati Oloan Nababan sebagai tanda penghormatan dan doa restu.

Makna Ulos: Tanda Kasih dan Penghormatan

Penyerahan ulos kepada Bupati memiliki makna mendalam dalam budaya Batak. Ulos melambangkan berkat, doa, dan pengakuan atas kepemimpinan yang membawa damai.
Dalam konteks ini, ulos menjadi simbol keakraban antara pemerintah dan gereja—menegaskan bahwa nilai budaya, iman, dan kepemimpinan berjalan seiring dalam membangun masyarakat Humbahas yang harmonis.

Iman, Budaya, dan Pembangunan Sosial di Humbahas

Gereja Katolik St. Fidelis Sigmaringen kini berdiri megah di Desa Sihabong-habong, menjadi pusat kegiatan rohani sekaligus sosial bagi umat Katolik di Parlilitan.
Pembangunan gereja ini juga mempertegas peran umat Katolik sebagai bagian aktif dalam pembangunan daerah. Mereka bukan hanya berdoa di dalam tembok gereja, tapi juga berbuat nyata di tengah masyarakat—sejalan dengan visi Pemkab Humbahas yang berlandaskan kasih, keadilan, dan persaudaraan.

Peristiwa ini juga menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terhadap kebebasan beragama dan toleransi antarumat. Oloan Nababan hadir bukan sekadar tamu kehormatan, tetapi simbol kehadiran negara yang menghormati nilai iman dan budaya masyarakatnya.

Akhir yang Penuh Harapan

Di akhir acara, umat dan tamu undangan bersama-sama menyalakan lilin doa sebagai tanda syukur atas peresmian gereja. Doa-doa dipanjatkan agar Gereja Katolik St. Fidelis Sigmaringen menjadi tempat yang menumbuhkan iman, persaudaraan, dan kedamaian bagi seluruh umat di Humbang Hasundutan.

> “Semoga gereja ini menjadi rumah bagi setiap jiwa yang mencari damai, dan sumber berkat bagi seluruh masyarakat Parlilitan,” tutup RP Yanuarius penuh harap.

Dengan semangat gotong royong dan cinta kasih, umat Katolik Parlilitan menegaskan bahwa pembangunan rohani dan sosial adalah dua sisi yang tak terpisahkan dalam perjalanan iman di Tanah Humbang.

(Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *