Doloksanggul — Rabu 05 November 2025 Ribaknews.id
Sebuah papan bunga berwarna mencolok berdiri tegak di depan Gedung Kejaksaan Negeri Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan. Tulisan di atasnya menyita perhatian: “Selamat & Sukses atas Pelantikan Donal Togi J. Situmorang, S.H., M.H. sebagai Kajari Humbahas — dari Dr. Eriko Silaban, M.Pd, Jakarta.”
Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya ucapan selamat biasa. Namun bagi masyarakat Humbahas yang mengenal sosok Dr. Eriko Silaban, papan bunga tersebut adalah bentuk kepedulian dan pesan moral yang dalam. Sebagai putra daerah yang kini berkiprah di Jakarta, Eriko ingin menunjukkan bahwa dirinya tetap mengikuti dinamika di kampung halaman, khususnya dalam hal penegakan hukum yang bersih dan berintegritas.
“Pembangunan yang sejati hanya bisa berjalan jika hukum berdiri tegak tanpa pandang bulu. Itulah mimpi saya untuk Humbahas,” ungkap Eriko dalam keterangan singkatnya di Jakarta.
Eriko dikenal sebagai akademisi dan pemerhati pendidikan yang kerap berbicara soal etika publik dan pemerintahan yang bersih. Ia menilai, kehadiran pimpinan baru di Kejaksaan Negeri Humbahas adalah momentum untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
Menurutnya, pelantikan Donal Togi J. Situmorang, S.H., M.H. sebagai Kajari Humbahas harus menjadi titik balik dalam mewujudkan hukum yang adil, humanis, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
> “Kejaksaan adalah garda terdepan dalam memastikan rasa keadilan itu hadir di tengah rakyat. Karena itu, kita semua punya tanggung jawab moral untuk mendukung agar aparat penegak hukum bisa bekerja dengan integritas tinggi,” ujar Eriko.
Penempatan papan bunga di depan kantor Kejari Doloksanggul, lanjut Eriko, bukan sekadar simbol formalitas, tetapi bentuk penghormatan dan doa agar lembaga hukum di Humbahas semakin kokoh. Dalam pandangannya, hukum yang kuat akan berdampak langsung pada tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta investasi di daerah.
Eriko menilai, daerah seperti Humbang Hasundutan memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, pariwisata, dan sumber daya manusia. Namun, potensi itu hanya bisa berkembang jika ada keadilan dan kepastian hukum yang menjamin iklim usaha dan sosial yang sehat.
> “Saya mungkin tinggal di Jakarta, tapi hati saya tetap di Humbahas. Saya percaya, kemajuan daerah tidak hanya dibangun dengan proyek fisik, tetapi juga dengan keberanian moral untuk menegakkan keadilan,” tegasnya.
Di mata sebagian masyarakat, sikap Eriko menggambarkan bentuk nyata dari keterlibatan diaspora daerah dalam mendukung pemerintahan yang bersih. Kehadirannya sebagai figur yang menyuarakan integritas dari luar daerah memberi inspirasi bagi banyak pihak, bahwa kontribusi untuk kampung halaman bisa dimulai dari kepedulian sederhana namun bermakna.
Papan bunga di depan Kejari Doloksanggul itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar hiasan. Ia berubah menjadi simbol pengingat — bahwa ada anak bangsa dari Humbahas yang percaya, hukum yang kuat adalah pondasi bagi kesejahteraan rakyat.
“Selamat untuk Kajari Humbahas yang baru. Mari bersama membangun kepercayaan publik, karena keadilan yang ditegakkan dengan hati akan membawa Humbahas menuju masa depan yang bermartabat,” pungkas Eriko.
(Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya)














