Darurat Hidrometeorologi di Tapanuli Utara: 36 Tewas, Ribuan Warga Terdampak, Pemkab Kerahkan Alat Berat dan Starlink

Tapanuli Utara – Ribaknews.id

Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara memasuki fase darurat dengan dampak kemanusiaan dan infrastruktur yang signifikan. Hingga Sabtu (20/12/2025) pukul 19.00 WIB, tercatat 36 orang meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, serta ribuan warga terdampak akibat banjir dan longsor di sejumlah kecamatan.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menetapkan penanganan darurat sebagai prioritas utama dengan mengerahkan sumber daya lintas sektor. Bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kementerian terkait, TNI, Polri, dan relawan, pemerintah daerah terus melakukan evakuasi korban, distribusi bantuan logistik, serta pemulihan akses wilayah yang terputus.

Data sementara menunjukkan sekitar 14.033 jiwa terdampak, dengan 1.197 jiwa mengungsi di beberapa titik pengungsian. Selain korban meninggal, tiga warga dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis. Di tengah situasi tersebut, tim gabungan berhasil menemukan 13 warga yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kondisi selamat, menandakan upaya pencarian masih membuahkan hasil.

Dari sisi kebijakan penanganan, Pemkab Tapanuli Utara memfokuskan langkah pada pemulihan infrastruktur strategis. Sebanyak 772 unit rumah warga mengalami kerusakan, disertai rusaknya 16 fasilitas pendidikan, enam fasilitas kesehatan, 18 jembatan, serta 58 titik ruas jalan yang mencakup jalan nasional, provinsi, dan kabupaten. Kerusakan ini berdampak langsung pada akses pelayanan publik dan mobilitas warga.

Wilayah dengan dampak terparah berada di Kecamatan Adiankoting dan Kecamatan Parmonangan, di mana longsor dan banjir menyebabkan sejumlah desa terisolasi. Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama Kementerian PUPR mengerahkan 13 unit alat berat untuk membuka akses transportasi, termasuk jalur vital perbatasan Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah.

Selain pemulihan fisik, kebijakan darurat juga diarahkan pada penguatan komunikasi lapangan. BNPB menyalurkan enam unit perangkat Starlink untuk mengatasi wilayah blank spot komunikasi. Sebagian besar perangkat telah aktif dan digunakan sebagai sarana koordinasi antarposko serta pemantauan kondisi lapangan secara real time.

Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi orientasi utama kebijakan pemerintah daerah dalam situasi krisis ini. Pemerintah, kata dia, memastikan seluruh langkah tanggap darurat berjalan terkoordinasi dan berkelanjutan.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan BNPB, kementerian terkait, TNI, Polri, dan seluruh unsur untuk memastikan evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta percepatan pemulihan berjalan maksimal,” ujar Bupati.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seraya menyiapkan langkah mitigasi lanjutan guna meminimalkan risiko bencana susulan.

Jonaer Silaban
Terbit: Minggu 21/12/2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *