Rabu 01 April 2026, Doloksanggul. Ribaknews.id
Upaya memperkuat ekonomi keluarga dan kualitas sumber daya manusia terus digerakkan hingga ke tingkat desa. Hal itu tampak dalam kunjungan Ketua TP PKK Kabupaten Humbang Hasundutan, Ny. Erma Oloan P. Nababan, saat melaksanakan supervisi di Desa Purba Dolok, Rabu (1/4/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan. Fokus utamanya adalah program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K PKK), yang selama ini menjadi instrumen penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Di desa tersebut, berbagai usaha kecil yang dikelola kader PKK dan warga menjadi perhatian utama. Mulai dari produk olahan hingga kerajinan lokal, seluruhnya mencerminkan potensi ekonomi yang tumbuh dari rumah tangga.
Ny. Erma melihat langsung dinamika itu. Ia menilai bahwa kekuatan utama UP2K terletak pada konsistensi dan kemampuan berinovasi.
“Yang dibangun bukan hanya usaha, tetapi mental mandiri dan kreativitas keluarga,” ungkapnya dalam dialog bersama kader.
Rumah DILAN: Ruang Baru, Harapan Baru
Dalam momentum yang sama, perhatian juga tertuju pada peresmian Rumah DILAN (Pendidikan dan Keterampilan). Kehadirannya memberi dimensi baru dalam pembangunan desa—tidak hanya ekonomi, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat.
Rumah DILAN diproyeksikan menjadi ruang belajar terbuka bagi warga, tempat berbagai keterampilan dapat diasah dan dikembangkan. Di sinilah program ekonomi seperti UP2K dapat bertemu dengan penguatan kemampuan individu.
Kepala Dinas PMDP2A Humbang Hasundutan, Kartini Sinambela, menilai langkah ini sebagai bentuk intervensi yang tepat.
Menurutnya, pembangunan desa membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. “Ekonomi tanpa keterampilan akan stagnan. Sebaliknya, keterampilan tanpa ruang pengembangan juga tidak akan maksimal,” ujarnya.
Menanam Literasi Sejak Dini
Sebelum agenda utama, rombongan terlebih dahulu mengunjungi UPT SD Negeri 014 Purba Dolok. Di sana, suasana berubah menjadi lebih hangat ketika Ny. Erma berinteraksi langsung dengan siswa melalui kegiatan storytelling.
Cerita-cerita sederhana yang disampaikan bukan sekadar hiburan, melainkan upaya menanamkan minat baca sejak dini. Anak-anak tampak antusias, menyimak dengan penuh perhatian.
Sebagai bentuk dukungan nyata, bantuan buku bacaan juga diserahkan kepada pihak sekolah. Langkah ini mempertegas bahwa pembangunan manusia dimulai dari literasi.
Sinergi Jadi Kunci
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, hingga kader PKK. Camat Doloksanggul Andri D. Purba dan Kepala Desa Desmon Fritz Purba turut hadir bersama perangkat desa dan masyarakat.
Keterlibatan banyak pihak menunjukkan bahwa program pemberdayaan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat agar setiap program benar-benar berdampak.
Membaca Arah Kebijakan
Jika ditarik lebih jauh, kegiatan ini mencerminkan arah kebijakan pembangunan berbasis keluarga yang semakin diperkuat. UP2K sebagai penggerak ekonomi, Rumah DILAN sebagai pusat peningkatan kapasitas, dan literasi sebagai fondasi jangka panjang—semuanya membentuk satu ekosistem.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak lagi bersifat parsial. Ada upaya mengintegrasikan aspek ekonomi, pendidikan, dan sosial dalam satu gerakan yang utuh.
Desa Purba Dolok, dalam konteks ini, menjadi contoh bagaimana intervensi yang tepat dapat menciptakan dampak berlapis bagi masyarakat.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur









