Bupati Taput Perkuat Sinergi dengan BNPB untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Berita, DAERAH, Nasional254 Dilihat

Jakarta, Senin 3 November 2025 – Ribaknews.id

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Hutabarat, S.Si, M.Si, terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di wilayahnya. Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Taput Bonggas Pasaribu dan Kadis PUTR Taput Dalan Simanjuntak, Bupati Taput melakukan koordinasi langsung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima oleh Deputi Logistik dan Peralatan BNPB, Dra. Andi Eviana, M.Si, di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (3/11/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Taput menyampaikan bahwa tingginya tingkat kejadian bencana di Kabupaten Tapanuli Utara memerlukan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan BNPB. Menurutnya, langkah koordinasi ini menjadi bagian dari upaya membangun daerah yang tangguh dan responsif terhadap berbagai potensi bencana alam seperti longsor, banjir, dan angin kencang yang sering melanda kawasan Taput.

> “Kami berharap dukungan dari BNPB sehingga Kabupaten Tapanuli Utara lebih siap dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana,” ujar Bupati Jonius Taripar Hutabarat.

Bupati menjelaskan bahwa selain dukungan logistik dan peralatan kebencanaan, Pemkab Taput juga memerlukan penguatan dari sisi perencanaan, pelatihan, serta pembangunan infrastruktur mitigasi. Hal ini penting agar penanganan bencana di lapangan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi lintas instansi.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana menyambut baik langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Ia menegaskan bahwa BNPB siap memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk logistik kebencanaan, program pelatihan, maupun percepatan realisasi bantuan teknis antar-deputi.

> “Kami siap membantu dan memfasilitasi Pemkab Tapanuli Utara, baik dalam penyediaan logistik maupun percepatan program penanggulangan bencana yang melibatkan deputi lainnya,” tutur Andi Eviana.

Lebih lanjut, BNPB juga mendorong Pemkab Taput untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan dengan menyusun Kajian Risiko Bencana (KRB), Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), dan Rencana Kontinjensi (Renkon) yang terintegrasi. Dokumen tersebut menjadi pedoman penting dalam menentukan skala prioritas penanganan serta strategi mitigasi yang efektif.

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam memperkuat kemitraan strategis antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi ini bukan hanya soal dukungan peralatan, tetapi juga membangun sistem yang tangguh dan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman bencana.

Bupati Jonius menegaskan bahwa Pemkab Taput akan terus memperkuat koordinasi dengan BNPB dan kementerian terkait agar penanggulangan bencana dapat dilakukan secara komprehensif. “Kita ingin Taput menjadi daerah yang siap siaga, bukan hanya saat bencana datang, tapi juga dalam tahap pencegahan dan pemulihan,” tegasnya.

Kunjungan ini sekaligus mempertegas kepemimpinan Bupati Jonius Taripar Hutabarat sebagai kepala daerah yang responsif, visioner, dan berorientasi pada keselamatan warganya. Melalui dukungan BNPB, diharapkan Taput dapat segera memiliki sistem tanggap darurat yang modern dan terpadu, serta infrastruktur mitigasi yang lebih kuat di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *