Senin 16 Maret 2026, TARUTUNG. Ribaknews.id
Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan pentingnya integritas aparatur sipil negara (ASN) serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana saat memimpin apel pagi gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati di Tarutung, Senin (16/3/2026).
Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan, Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, para staf ahli bupati, para asisten Sekretariat Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para kepala bagian, serta sejumlah kepala bidang dari berbagai instansi teknis di lingkungan pemerintah kabupaten.
Beberapa perangkat daerah yang turut mengikuti apel antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) dan Perhubungan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Integritas ASN dan Orientasi Pelayanan Publik
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa integritas merupakan nilai mendasar yang harus dimiliki setiap ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia menilai bahwa tanggung jawab aparatur tidak hanya terbatas pada penyelesaian pekerjaan secara administratif, tetapi juga harus memastikan setiap kebijakan dan program pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan ASN sebagai pelaksana kebijakan publik menuntut komitmen moral serta profesionalitas yang tinggi. Tanpa integritas yang kuat, pelayanan publik berpotensi terjebak pada rutinitas birokrasi yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Pekerjaan yang kita lakukan adalah bagian dari ibadah. Karena itu, jangan bekerja hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi lihat juga dampak dan manfaatnya bagi masyarakat,” tegas Bupati dalam amanatnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh aparatur bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas kinerja birokrasi, termasuk bagaimana ASN mampu menjalankan fungsi pelayanan secara responsif, transparan, dan akuntabel.
Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana
Selain menyoroti pentingnya etos kerja aparatur, Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi dinamika cuaca yang berpotensi memicu bencana alam.
Ia meminta agar segera dibentuk tim terpadu yang melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait untuk melakukan langkah-langkah mitigasi bencana secara terkoordinasi. Pembentukan tim tersebut dinilai penting mengingat wilayah Tapanuli Utara memiliki sejumlah titik rawan bencana, terutama longsor dan gangguan infrastruktur pada jalur transportasi.
Menurut Bupati, kesiapsiagaan pemerintah daerah menjadi semakin penting menjelang masa libur panjang yang biasanya diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah memastikan jalur transportasi tetap aman serta pelayanan darurat dapat berjalan dengan cepat apabila terjadi situasi tidak terduga.
Tim terpadu yang dibentuk nantinya diharapkan mampu melakukan pemantauan kondisi wilayah secara intensif serta menyiapkan langkah-langkah penanganan apabila terjadi gangguan yang berpotensi menghambat aktivitas masyarakat.
Penempatan Personel dan Peralatan di Titik Rawan
Dalam instruksinya, Bupati juga meminta sejumlah perangkat daerah teknis untuk menyiapkan sistem piket selama masa libur. Langkah ini bertujuan memastikan pelayanan publik dan kesiapsiagaan bencana tetap berjalan meskipun sebagian aparatur menjalani masa libur.
Perangkat daerah yang diminta menyiapkan sistem piket antara lain Dinas PUTR dan Perhubungan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Satpol PP, BPBD, serta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Selain menyiapkan personel, Bupati juga menekankan pentingnya kesiapan sarana pendukung, termasuk alat berat yang diperlukan untuk penanganan darurat seperti pembersihan material longsor atau penanganan gangguan infrastruktur.
Ia meminta agar alat berat serta personel teknis ditempatkan di sejumlah titik strategis yang dinilai rawan, seperti jalur lintas utama, jalur mudik masyarakat, serta akses menuju bandara. Dengan demikian, apabila terjadi gangguan di lapangan, proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat tanpa menunggu mobilisasi peralatan dari lokasi lain.
“Minimal kepala bidang harus terlibat dalam sistem piket. Kita tidak melarang liburan, tetapi pelayanan kepada masyarakat dan kesiapsiagaan harus tetap berjalan,” ujar Bupati.
Pengamanan Aset dan Fasilitas Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk memastikan keamanan kantor selama masa libur. Ia menilai bahwa pengawasan terhadap fasilitas kantor merupakan bagian dari tanggung jawab pengelolaan aset negara yang harus dijalankan secara disiplin.
Setiap instansi diminta memeriksa instalasi listrik, komputer, serta berbagai peralatan elektronik lainnya sebelum meninggalkan kantor guna menghindari potensi gangguan seperti korsleting listrik atau kerusakan perangkat.
Langkah tersebut dianggap penting untuk mencegah risiko kerugian serta memastikan aktivitas pemerintahan dapat kembali berjalan normal setelah masa libur berakhir.
Mendorong Budaya Kerja Profesional
Menutup arahannya, Bupati kembali mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk terus meningkatkan etos kerja serta menjaga semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia di dalam birokrasi. Oleh karena itu, setiap aparatur diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab.
Dengan komitmen tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif.
Diterbitkan: Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur







