Humbang Hasundutan— Selasa 16 Desember 2026 Ribaknews.id
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH kembali meninjau langsung progres pengerjaan jalan baru penghubung Desa Sampetua menuju Desa Batu Nagodang Siatas, Selasa (16/12/2025). Peninjauan ini menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur desa sekaligus memperlihatkan karakter kepemimpinan yang membumi melalui kebersamaan dengan masyarakat lokal di lokasi pekerjaan.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan saat ini tengah membangun jalan baru yang menghubungkan Desa Sampetua dengan Desa Batu Nagodang Siatas. Jalan tersebut ditargetkan dapat dilalui kendaraan roda empat dalam waktu dua minggu ke depan, dengan catatan kondisi cuaca mendukung dan tidak terjadi gangguan teknis di lapangan.
Peninjauan lapangan dilakukan langsung oleh Bupati Humbang Hasundutan bersama jajaran teknis pemerintah daerah. Turut hadir operator alat berat, pekerja lokal, serta dukungan peralatan dari pihak swasta yang dilibatkan dalam percepatan pengerjaan jalan. Kehadiran langsung kepala daerah di lokasi proyek menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan kebutuhan masyarakat.
Lokasi pembangunan jalan berada di wilayah perbukitan Kabupaten Humbang Hasundutan dengan tingkat kesulitan teknis yang cukup tinggi. Kontur tanah yang labil serta potensi curah hujan menjadi tantangan utama dalam proses pengerjaan, sehingga diperlukan pengawasan langsung dan kerja simultan alat berat.
Pembangunan jalan penghubung Sampetua–Batu Nagodang Siatas bertujuan membuka akses transportasi antar desa, mengurangi keterisolasian wilayah, serta memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. Selain itu, keberadaan jalan baru diharapkan dapat meningkatkan mobilitas warga dan mempermudah akses terhadap pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, Pemkab Humbang Hasundutan mengerahkan empat unit alat berat, terdiri dari dua unit ekskavator milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), satu unit ekskavator dari Dinas Pertanian, serta satu unit crawler carrier dumper dari pihak swasta. Seluruh alat berat tersebut bekerja secara simultan di jalur pembangunan jalan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Humbang Hasundutan tampak turun langsung ke area kerja, menyusuri jalur tanah yang sedang diratakan alat berat. Ia tidak hanya memantau progres teknis, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pekerja dan masyarakat setempat yang terlibat dalam pengerjaan jalan.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Bupati duduk dan makan bersama masyarakat lokal serta para pekerja lapangan di lokasi proyek. Tanpa sekat jabatan dan suasana formal, kebersamaan itu berlangsung di alam terbuka, di tengah aktivitas pengerjaan jalan dan deru alat berat. Momen tersebut menjadi simbol pendekatan kepemimpinan yang egaliter dan humanis.
Kehadiran Bupati di lapangan mencerminkan karakter kepemimpinan yang selama ini identik dengan dirinya, yakni pemimpin yang turun langsung ke lapangan, membaur dengan rakyat, dan berorientasi pada kerja nyata. Dalam konteks pembangunan daerah, pendekatan ini dipandang efektif untuk memastikan kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar terlaksana sesuai kondisi riil.
Pemerintah daerah menyampaikan target penyelesaian jalan secara realistis dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah yang rawan hujan dan memiliki karakter tanah labil. Pendekatan ini menunjukkan kehati-hatian pemerintah dalam menyampaikan progres pembangunan kepada publik.
Jalan penghubung Sampetua–Batu Nagodang Siatas dinilai strategis bagi masyarakat setempat. Selama ini, keterbatasan akses transportasi menjadi kendala utama dalam aktivitas ekonomi dan sosial warga. Dengan terbukanya jalan baru, masyarakat diharapkan lebih mudah menjangkau pasar, fasilitas kesehatan, dan layanan pendidikan.
Selain manfaat ekonomi, pembangunan jalan ini juga membawa dampak sosial yang signifikan. Kehadiran pemerintah daerah secara langsung di tengah masyarakat memperkuat kepercayaan publik serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap proyek pembangunan. Pemerintah daerah menilai dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam keberlanjutan pembangunan infrastruktur desa.
Kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah dan keterlibatan pihak swasta dalam penyediaan alat berat menunjukkan pola kerja yang kolaboratif. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mengoptimalkan aset daerah dan membuka ruang sinergi untuk mempercepat manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Pembangunan jalan Sampetua–Batu Nagodang Siatas menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pemerataan pembangunan dan keadilan wilayah. Infrastruktur desa tidak lagi diposisikan sebagai proyek pelengkap, melainkan sebagai fondasi utama peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaan.
Melalui peninjauan ini, pemerintah daerah menegaskan komitmen bahwa pembangunan dilakukan bersama rakyat dan untuk rakyat. Jalan yang sedang dibuka bukan hanya menghubungkan dua desa, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara di wilayah pinggiran.
Bersama Rakyat Kita Kuat.💪🏽
Jonaer Silaban













