Humbang Hasundutan – Ribaknews.id
Kabupaten Humbang Hasundutan menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) akibat terhambatnya akses menuju Depot Sibolga pasca bencana banjir dan longsor. Pemerintah daerah memastikan distribusi BBM tetap berjalan untuk mendukung aktivitas masyarakat serta penanganan tanggap darurat bencana.
Kelangkaan BBM Akibat Bencana Alam
Bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Humbang Hasundutan sejak akhir November 2025 menyebabkan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kabupaten mengalami kekosongan BBM. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat sehari-hari dan menghambat penanganan darurat, termasuk pencarian korban meninggal serta pembukaan akses ke wilayah terisolir yang memerlukan bantuan pangan.
Permohonan Resmi Bupati ke Pertamina
Menanggapi situasi kritis ini, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan P. Nababan melalui surat resmi Nomor 500/3717/ESDA/XI/2025 tanggal 10 November 2025 mengajukan permohonan kepada Pertamina Marketing Operation Region I agar pendistribusian BBM dialihkan dari depot terdekat lainnya.
Dalam surat tersebut, Bupati menekankan pentingnya pendistribusian BBM untuk kelancaran tanggap darurat bencana dan pemulihan aktivitas masyarakat. Surat ini juga ditembuskan kepada Gubernur Sumatera Utara, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta, serta PT Pertamina TBBM Pematang Siantar sebagai dasar koordinasi resmi.
> “Dengan mempertimbangkan keadaan darurat ini, kami memohon agar pendistribusian BBM dapat segera dialihkan dari depot terdekat lainnya untuk mendukung kelancaran penanganan bencana serta pemulihan aktivitas masyarakat,” tulis Bupati dalam surat resmi tersebut.
Koordinasi Pemerintah dan Langkah Distribusi Darurat
Selain surat resmi, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Kepala Bagian Perekonomian terus melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan. Saat ini, pasokan BBM sementara dialihkan dari Depot Pematang Siantar.
Untuk mempercepat distribusi, mobil tangki tambahan sedang dikerahkan dari Riau dan Palembang, karena kendaraan pengangkut BBM dari Humbang Hasundutan dan wilayah Tapanuli tertahan di Sibolga akibat bencana. Langkah ini bertujuan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dan penanganan tanggap darurat bencana di lokasi terdampak berjalan lancar.
Distribusi BBM tidak hanya difokuskan pada SPBU, tetapi juga kendaraan operasional penanganan bencana, termasuk ambulans dan kendaraan logistik bantuan pangan. Pemerintah daerah memastikan seluruh jalur distribusi terus dipantau untuk mengantisipasi gangguan tambahan.
Imbauan kepada Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan bijak dalam menggunakan BBM hingga kondisi normal kembali. Kesadaran warga sangat penting agar distribusi BBM dapat mencukupi seluruh kebutuhan, termasuk untuk penanganan tanggap darurat bencana.
Dalam pengumuman resmi kepada masyarakat, Bupati menambahkan salam lokal “Mauliate… Horas…” sebagai bentuk kedekatan dan solidaritas antara pemerintah dan warga Humbang Hasundutan.
Kelangkaan BBM di Kabupaten Humbang Hasundutan terjadi akibat terhambatnya akses ke depot utama akibat bencana alam, bukan karena kelalaian. Pemerintah daerah, melalui koordinasi intensif dengan Pertamina dan langkah distribusi darurat—seperti pengalihan pasokan dari Depot Pematang Siantar serta pengiriman mobil tangki tambahan dari Riau dan Palembang—memastikan pasokan BBM tetap tersedia.
Masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan BBM secara bijak hingga pasokan normal kembali dan penanganan tanggap darurat bencana dapat terlaksana secara optimal.
Joaner Silaban.
Diterbitkan: ribaknews.id
Rabu 03 Desember 2025










