HUMBANG HASUNDUTAN – Kamis 22 Januari 2026 Ribaknews.id
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., menerima audiensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Humbang Hasundutan yang didampingi Dinas Pendidikan, bertempat di Ruang Kerja Bupati, Kamis (22/1/2026). Audiensi tersebut menjadi momentum strategis untuk menegaskan kembali posisi pendidikan sebagai sektor fundamental dalam pembangunan daerah.
Dalam pertemuan itu, jajaran pengurus PGRI menyampaikan rencana pelantikan pengurus PGRI Kabupaten Humbang Hasundutan yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Januari 2026. Agenda ini bukan sekadar kegiatan organisasi, melainkan bagian dari konsolidasi peran guru sebagai aktor utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Bupati Humbang Hasundutan menyampaikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan PGRI. Menurutnya, pendidikan merupakan sektor yang paling menentukan arah dan kualitas masa depan daerah. Dalam konteks pembangunan jangka panjang, investasi pada pendidikan akan menghasilkan SDM yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
“Guru adalah kekuatan utama dalam menciptakan manusia unggul. Tanpa guru yang profesional, inovatif, dan sejahtera, sulit membangun SDM yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegas Bupati.
Pendidikan sebagai Pilar Misi Pembangunan Daerah
Dukungan tersebut selaras dengan Misi Pertama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, yakni meningkatkan pembangunan manusia yang produktif dan berkualitas. Misi ini menempatkan sektor pendidikan sebagai poros kebijakan pembangunan, bukan sekadar pelengkap program.
Bupati menegaskan bahwa misi pembangunan manusia tidak akan tercapai tanpa kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan organisasi profesi guru. Dalam hal ini, PGRI diharapkan berperan aktif tidak hanya sebagai wadah perjuangan profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan.
“PGRI harus menjadi garda terdepan dalam peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan karakter, serta adaptasi pendidikan terhadap tantangan zaman, termasuk digitalisasi dan perubahan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Peran Strategis Guru dalam Tantangan Global
Dalam analisis kebijakan pendidikan, guru tidak lagi diposisikan semata sebagai pengajar, melainkan sebagai agen transformasi sosial. Tantangan global seperti revolusi industri, perkembangan teknologi informasi, serta kompetisi SDM lintas negara menuntut guru untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme.
Bupati Humbang Hasundutan menilai, PGRI memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk mendorong anggotanya menjadi pendidik yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendukung melalui kebijakan, program peningkatan kompetensi, serta sinergi lintas sektor.
Sinergi Pemerintah Daerah dan PGRI
Audiensi tersebut juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun komunikasi yang konstruktif dengan organisasi profesi. Hadir mendampingi Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sabar Purba, serta Kepala Dinas Pendidikan Humbang Hasundutan, Martahan Panjaitan.
Kehadiran Dinas Pendidikan dalam audiensi ini menegaskan bahwa pemerintah daerah memandang PGRI sebagai mitra strategis, bukan sekadar organisasi eksternal. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target pembangunan pendidikan, mulai dari peningkatan mutu guru, pemerataan akses pendidikan, hingga penguatan karakter peserta didik.
Harapan ke Depan
Menutup audiensi, Bupati berharap pelantikan pengurus PGRI mendatang dapat menjadi titik awal penguatan peran organisasi guru dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Dengan kepengurusan yang solid dan visi yang sejalan dengan kebijakan pemerintah, PGRI diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mencetak generasi Humbang Hasundutan yang cerdas, berintegritas, dan berdaya saing.
Jonaer Silaban








