PARLILITAN — Ribaknews.id
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan SH MH, meninjau langsung kondisi ruas jalan di Dusun Batu Gajah, Desa Sionom Hudon Julu, Kecamatan Parlilitan, Jumat 21 November 2025. Jalan ini merupakan jalur penting yang berbatasan langsung dengan Desa Ulumerah, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, dan menjadi salah satu akses penghubung vital antar dua kabupaten.
Peninjauan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari pertemuan Bupati Humbahas dengan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, pada 18 November 2025 di Medan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati mengusulkan percepatan pembangunan sejumlah infrastruktur strategis, termasuk ruas jalan Dusun Batu Gajah, yang direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Plt Asisten Pemerintahan Kabupaten Humbahas, Andrianus TH Mahulae; Kabid Binamarga Dinas PUTR Humbahas, Tulus Parlindungan Sipahutar; Camat Parlilitan, Marolop Sihotang; para kepala desa dari wilayah Sionom Hudon; Kepala UPT PUPR Doloksanggul Dinas PUPR Provinsi Sumut, Anto Oppusunggu; perwakilan Bappelitbang Sumut, Roy Sianturi; serta pihak terkait lainnya.
Medan Jalan Ekstrem, Bupati Tetap Menembus Lokasi
Dengan kondisi cuaca gerimis, rombongan harus menempuh jalur terjal dan berbatu menuju lokasi. Jalan yang dilalui memiliki medan yang cukup ekstrem, dengan beberapa titik curam dan sulit diakses kendaraan, sehingga sering menghambat mobilitas warga. Namun demi memastikan kesiapan pembangunan, Bupati dan rombongan tetap melanjutkan perjalanan hingga tiba di titik akhir yang menjadi batas Kabupaten Humbahas dengan Pakpak Bharat.
Kondisi jalan yang rusak ini sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Akses yang terbatas menyebabkan aktivitas warga, terutama petani, tidak maksimal. Distribusi hasil pertanian sering tersendat karena kendaraan tidak bisa melintas lancar, sehingga menambah biaya transportasi dan menurunkan daya saing produk lokal.
Bupati: Jalan Ini Sangat Vital bagi Aktivitas Ekonomi Warga
Bupati Humbang Hasundutan menegaskan bahwa peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat kondisi sebenarnya dan memastikan bahwa rencana pembangunan tahun 2026 dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kita turun langsung melihat kondisi sebenarnya, karena jalan ini sangat vital bagi aktivitas warga. Jika akses ini diperbaiki, ekonomi masyarakat akan semakin bergerak,” tegas Dr. Oloan Paniaran Nababan.
Ia menekankan bahwa pembangunan jalan ini tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di wilayah perbatasan dua kabupaten. Aktivitas sosial, budaya, dan perdagangan antara Humbahas dan Pakpak Bharat akan semakin mudah jika akses transportasi diperbaiki.
“Dua daerah ini bukan hanya berhubungan secara geografis, tetapi juga secara sosial, budaya, dan ekonomi. Semoga pembangunan jalan ini benar-benar terwujud dan membawa manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Masyarakat Sambut Baik Rencana Pembangunan
Kehadiran Bupati di Dusun Batu Gajah mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Warga menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah yang meninjau langsung kondisi jalan yang selama ini menjadi kendala utama dalam kehidupan mereka.
Warga berharap pembangunan jalan ini dapat membuka akses pasar yang lebih luas, sehingga hasil pertanian mereka memiliki nilai jual lebih baik. Selama bertahun-tahun, masyarakat mengaku kesulitan mengangkut hasil bumi seperti kopi, jagung, dan sayuran karena kondisi jalan yang rusak parah.
“Sudah lama kami menunggu pembangunan jalan ini. Kalau sudah diperbaiki, tentu ekonomi kami lebih baik dan akses ke mana-mana lebih mudah,” ujar salah satu warga.
Proyek Strategis untuk Mendorong Akselerasi Pembangunan 2026
Rencana pembangunan ruas jalan Dusun Batu Gajah menjadi salah satu prioritas daerah yang diharapkan masuk dalam program pembangunan provinsi pada 2026. Selain bernilai strategis, jalan ini akan menjadi jalur penghubung yang memperkuat konektivitas antar kecamatan dan antar kabupaten sekaligus mengurangi ketimpangan pembangunan di daerah perbatasan.
Pemerintah Kabupaten Humbahas melalui Dinas PUTR dan Bappelitbang telah menyusun program pendukung agar rencana tersebut terakomodasi, termasuk koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, verifikasi teknis lapangan, serta pemetaan kebutuhan konstruksi di titik-titik kritis jalan.
Jika direalisasikan, pembangunan ini akan menjadi solusi permanen atas persoalan aksesibilitas yang selama ini membatasi kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah Parlilitan.
📝Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya (Jonaer Silaban)







