Bupati Humbahas Salurkan Bantuan Sosial kepada 414 Korban Banjir dan Longsor

DOLOKSANGGUL – Selasa 07 Juli 2026. Ribaknews.id

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak bencana dengan menyalurkan bantuan sosial kepada 414 kepala keluarga (KK) korban banjir dan tanah longsor Tahun 2025. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H. di Kecamatan Pakkat, Selasa (7/7/2026).

Penyaluran bantuan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana, sekaligus memastikan warga terdampak memperoleh dukungan dari pemerintah.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Perekonomian, dan Pembangunan Parman Lumban Gaol, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Eliapzan Sihotang, Kepala Dinas PMDP2A Kartini Sinambela, Kepala Dinas Sosial Rambe M. Manalu, Kepala Satpol PP Andi Sihombing, Kepala Dinas Kominfo Adrianus Mahulae, Camat Pakkat Hemat Sitanggang beserta jajaran, para kepala desa, dan masyarakat penerima bantuan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Oloan P. Nababan memimpin langsung penyaluran bantuan serta menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah penerima manfaat. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang mengalami musibah merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi kesulitan.

“Bencana memang tidak dapat kita hindari, tetapi menjadi tanggung jawab pemerintah untuk hadir memberikan perlindungan dan membantu masyarakat yang terdampak. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penyemangat untuk bangkit kembali,” ujar Bupati.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama pada musim dengan curah hujan yang tinggi.

Menurut Bupati, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan sekaligus membangun ketangguhan daerah menghadapi bencana di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Humbang Hasundutan Rambe M. Manalu menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Humbang Hasundutan Nomor 126 Tahun 2026 tentang Daftar Penerima dan Besaran Bantuan Sosial kepada Korban Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor Tahun 2025.

Ia menyampaikan bahwa sebanyak 414 kepala keluarga ditetapkan sebagai penerima manfaat setelah melalui proses pendataan, verifikasi, dan validasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Total bantuan sosial yang disalurkan mencapai Rp1.167.600.000, bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) dan Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun Anggaran 2026 bagi seluruh wilayah terdampak bencana.

Dari total penerima tersebut, sebanyak 29 kepala keluarga menerima bantuan secara langsung pada kegiatan penyaluran, sedangkan 385 kepala keluarga akan menerima bantuan melalui transfer ke rekening masing-masing.

Rambe M. Manalu menjelaskan, bantuan yang diberikan terdiri atas Bantuan Jaminan Hidup sebesar Rp1.000.000 yang diberikan satu kali kepada setiap kepala keluarga, serta Bantuan Permakanan sebesar Rp200.000 per bulan selama sembilan bulan, dengan mekanisme penyaluran dalam tiga tahap.

Dengan skema tersebut, pada tahap penyaluran saat ini setiap kepala keluarga menerima bantuan sebesar Rp1.600.000.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak sekaligus mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi keluarga pascabencana.

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menegaskan akan terus hadir dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari penanganan darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi. Melalui bantuan sosial tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat segera bangkit, kembali menjalankan aktivitas, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan akibat bencana.

Penulis: Jonaer Silaban. S, Pd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *