HUMBANG HASUNDUTAN — Sabtu 12 Desember 2025 Ribaknews.id
Di tengah duka mendalam akibat bencana alam yang melanda Desa Panggugunan, kehadiran pemerintah daerah menjadi penanda penting bahwa negara tidak berjarak dari penderitaan rakyatnya. Hal itu tercermin dari langkah Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., yang hadir langsung dalam proses pemulangan jenazah salah satu warga terdampak bencana, Levinder Simanullang, pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Bupati Humbahas tidak hanya hadir secara simbolik. Dalam dokumentasi yang beredar, kepala daerah tersebut terlihat turut mengangkat peti jenazah dari ruang jenazah RSUD Dolok Sanggul menuju ambulans. Sebuah tindakan yang sederhana, namun memiliki makna besar bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Di momen sunyi seperti ini, kepemimpinan diuji melalui kehadiran nyata, bukan sekadar pernyataan resmi.
Wilayah Humbang Hasundutan dikenal memiliki tantangan geografis yang rawan bencana alam. Kondisi ini menuntut kepala daerah untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Kehadiran Bupati Humbahas dalam suasana duka ini menjadi pesan kuat bahwa pemerintah daerah berjalan bersama rakyatnya, bahkan pada saat paling sulit.
Secara konseptual, tindakan tersebut mencerminkan kepemimpinan humanis, di mana pemimpin menempatkan empati dan pelayanan sebagai bagian dari tanggung jawab kekuasaan. Ketika seorang bupati ikut mengangkat peti jenazah, pesan yang tersampaikan adalah penghapusan jarak antara pemimpin dan rakyat. Jabatan tidak menjadi penghalang untuk menunjukkan kemanusiaan.
Proses pemulangan jenazah almarhum Levinder Simanullang difasilitasi secara terkoordinasi oleh RSUD Dolok Sanggul, BPBD, dan Dinas Sosial Kabupaten Humbang Hasundutan. Koordinasi lintas sektor ini memastikan seluruh proses berjalan dengan layak dan penuh penghormatan, sekaligus menunjukkan bahwa empati personal diterjemahkan menjadi kerja institusional yang nyata.
Bagi masyarakat, kehadiran langsung kepala daerah memiliki dampak psikologis yang signifikan. Kehadiran tersebut memberi rasa aman, memperkuat kepercayaan, dan menegaskan bahwa pemerintah tidak meninggalkan warganya dalam situasi duka. Masyarakat cenderung mengingat pemimpin yang hadir saat krisis, bukan hanya saat peresmian atau seremoni.
Dalam konteks komunikasi publik, peristiwa ini turut memperkuat citra kepemimpinan Bupati Humbang Hasundutan sebagai pemimpin yang membumi dan dekat dengan rakyat. Bukan melalui pencitraan berlebihan, melainkan melalui tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum. Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam penanganan dampak bencana, baik melalui kebijakan jangka pendek maupun upaya pemulihan jangka panjang.
Pada akhirnya, peristiwa ini mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya diukur dari jabatan dan kewenangan, tetapi dari keberanian untuk hadir dan berbagi duka bersama rakyat. Ketika bupati ikut mengangkat peti jenazah korban bencana, di sanalah kepemimpinan menemukan maknanya yang paling manusiawi.
Joaner Silaban
Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya











