DOLOKSANGGUL, Rabu 10 Juni 2026.
Ribaknews.id
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Humbang Hasundutan mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui pelatihan petugas yang akan melakukan pendataan langsung kepada masyarakat dan pelaku usaha di seluruh wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kepala BPS Humbahas, Tomry Aritonang, menjelaskan pelatihan tatap muka dilaksanakan secara bertahap. Gelombang pertama berlangsung pada 2-5 Juni 2026, sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada 8-11 Juni 2026 di Coffee Hotel Akasi Doloksanggul. Selain itu, pelatihan mandiri juga telah dilakukan dengan melibatkan sebanyak 230 peserta.
Menurut Tomry, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan pemahaman petugas sebelum turun ke lapangan. Para petugas nantinya akan mendatangi rumah tangga serta pelaku usaha guna menghimpun data ekonomi secara menyeluruh dan akurat.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan ini diharapkan mampu menghasilkan gambaran yang komprehensif mengenai struktur ekonomi masyarakat dan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap agenda nasional tersebut, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan telah menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh pimpinan perangkat daerah agar mendukung program Ngibar SE2026 atau Ngisi Bareng Sensus Ekonomi 2026.
Program Ngibar merupakan salah satu strategi yang diterapkan BPS untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan sensus. Melalui program tersebut, seluruh perangkat daerah diharapkan dapat memfasilitasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan SE2026.
Sebelumnya, BPS juga telah melaksanakan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Humbang Hasundutan. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kominfo Adrianus Mahulae menegaskan bahwa sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam menyediakan data menyeluruh mengenai pelaku usaha, struktur ekonomi, serta berbagai potensi pembangunan daerah.
Menurutnya, data yang dihasilkan dari SE2026 akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan pelatihan petugas, Dinas Kominfo Humbang Hasundutan yang diwakili Kepala Seksi Statistik dan Persandian, Rukmunal H. Siregar, menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang sangat penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi ekonomi masyarakat.
Ia mengingatkan para petugas agar mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat serta menjalin koordinasi dengan lurah, kepala desa, dan perangkat desa agar proses pendataan berjalan lancar, cepat, dan menghasilkan data yang berkualitas.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan sensus bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS dan petugas lapangan, melainkan membutuhkan dukungan seluruh komponen masyarakat.
“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Humbang Hasundutan untuk mendukung pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban serta Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Rukmunal.
Dengan sinergi antara BPS dan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, pelaksanaan SE2026 diharapkan dapat berjalan optimal serta menghasilkan data yang akurat sebagai landasan perencanaan pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur









