BPBD Humbang Hasundutan Distribusikan Air ke Lahan Pertanian, Cegah Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang

Langkah Cepat Pemerintah Daerah Menanggapi Dampak Kekeringan

Berita, DAERAH296 Dilihat

Humbang Hasundutan — Kamis 6 November 2025 Ribsknews.id

Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan sejak beberapa bulan terakhir mulai menimbulkan dampak serius terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Beberapa desa, termasuk Desa Bonandolok dan Desa Pargaulan di Kecamatan Lintongnihuta, mengalami penurunan ketersediaan air di lahan pertanian.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali melakukan langkah cepat dengan mendistribusikan air ke lahan pertanian masyarakat. Rabu (05/11/2025)

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., yang sebelumnya telah menginstruksikan agar BPBD segera mengambil tindakan preventif guna mencegah potensi gagal panen akibat kekeringan berkepanjangan.

Arahan Tegas Bupati: Lindungi Petani dari Dampak Perubahan Iklim

Bupati Humbang Hasundutan menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem. “Kita harus memastikan agar produksi pertanian tetap terjaga, karena sektor ini merupakan penopang utama perekonomian masyarakat Humbang Hasundutan,” ujar Bupati.

Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat respon terhadap kondisi darurat air, terutama di wilayah yang bergantung pada sistem irigasi sederhana. Pemerintah daerah, kata Bupati, berkomitmen penuh mendukung petani agar tetap produktif meski dalam situasi sulit.

Distribusi Air di Lapangan: Fokus di Lintongnihuta

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Humbang Hasundutan, Sabar Purba, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap lahan-lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Pada pelaksanaan tanggal 5 November, BPBD menyalurkan air ke area pertanian di dua desa utama yakni Bonandolok dan Pargaulan, Kecamatan Lintongnihuta.

“Kegiatan ini akan terus kami lakukan selama musim kemarau masih berlangsung. Tujuannya agar tanaman masyarakat tidak mengalami kekeringan parah dan hasil panen tetap bisa dipertahankan,” ujar Sabar Purba.

Distribusi dilakukan dengan menggunakan armada tangki air BPBD, disertai koordinasi bersama pemerintah desa dan kelompok tani setempat. Langkah ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah kesulitan masyarakat.

Pendekatan Preventif: Dari Reaktif ke Proaktif

Langkah yang diambil BPBD Humbahas merupakan bentuk perubahan paradigma dari pendekatan reaktif menjadi proaktif dalam penanggulangan bencana. Dalam konteks ini, kekeringan bukan hanya dianggap sebagai bencana alam semata, tetapi juga sebagai tantangan adaptasi perubahan iklim yang harus diantisipasi secara sistematis.

Upaya preventif yang dilakukan BPBD mencerminkan penerapan prinsip Disaster Risk Reduction (DRR) — yakni mengurangi risiko sebelum kerugian terjadi. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan pascabencana, tetapi juga pencegahan agar dampak sosial dan ekonomi tidak semakin memburuk.

Sektor Pertanian Sebagai Penopang Ekonomi Daerah

Kabupaten Humbang Hasundutan dikenal sebagai daerah agraris, di mana sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Karena itu, gagal panen bukan sekadar kerugian ekonomi, melainkan juga ancaman terhadap ketahanan pangan lokal.

Langkah cepat BPBD menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah tidak menunggu laporan kerusakan, tetapi bertindak sejak dini untuk memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga.
Selain mendistribusikan air, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan strategi jangka panjang, seperti pembangunan embung, pengadaan pompa air pertanian, dan pembinaan terhadap petani agar mampu menerapkan pola tanam tahan kekeringan.

Komitmen Berkelanjutan Pemerintah Daerah

Bupati Oloan Nababan menilai bahwa ketahanan sektor pertanian adalah salah satu pilar utama pembangunan Humbang Hasundutan. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus melakukan inovasi kebijakan berbasis adaptasi iklim, termasuk bekerja sama dengan lembaga teknis dan kelompok tani.

Melalui langkah tanggap dan cepat ini, diharapkan kegiatan pertanian masyarakat tetap berjalan normal, meski menghadapi tantangan kemarau panjang. Pemerintah daerah juga berkomitmen memantau efektivitas distribusi air agar setiap desa yang membutuhkan bisa mendapatkan suplai secara merata.

Pemerintah Hadir untuk Petani

Tindakan BPBD Humbang Hasundutan mendistribusikan air untuk pertanian bukan hanya program tanggap darurat, tetapi juga simbol nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Arahan Bupati Dr. Oloan P. Nababan menunjukkan bahwa pemerintah daerah siap beradaptasi terhadap perubahan iklim dan melindungi sektor strategis pertanian sebagai tulang punggung ekonomi Humbahas.

Langkah cepat ini tidak hanya menekan risiko gagal panen, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah yang tanggap, solutif, dan berpihak kepada rakyat kecil.

(Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *