HKI Sibaganding: Membangun dalam Kebersamaan

Ibadah dan pesta pembangunan menjadi ruang perjumpaan antara jemaat dan pemerintah dalam bingkai kebersamaan dan penghormatan.

Lintongnihuta, Minggu 26 April 2026.

Ribaknews.id

Di sebuah Minggu yang tenang, suara pujian mengalun dari Gereja HKI Sibaganding, mengisi ruang ibadah dengan harapan yang tumbuh perlahan. Bagi jemaat, hari itu bukan sekadar ibadah, tetapi juga bagian dari perjalanan panjang membangun rumah Tuhan yang mereka rindukan bersama.

Ibadah dan pesta pembangunan Gereja HKI Sibaganding, Resort Exaudi Daerah IX Humbang, Kecamatan Lintongnihuta, Minggu (26/4/2026), berlangsung dalam suasana khidmat. Di tengah kebersamaan jemaat, hadir pula perwakilan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan sebagai tamu kehormatan atas undangan yang disampaikan pihak gereja.

Kehadiran tersebut diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat, Marusaha Nababan, yang membawa pesan Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan. Dalam sambutan yang dibacakan, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas semangat jemaat yang terus berupaya menghadirkan tempat ibadah yang layak dan nyaman.

Bagi jemaat HKI Sibaganding, pembangunan gereja bukanlah proses yang singkat. Ia tumbuh dari kebersamaan, dari sumbangan yang mungkin tidak selalu besar, tetapi lahir dari ketulusan. Di balik dinding yang terus dibangun, tersimpan cerita tentang kerja sama, pengorbanan, dan keyakinan yang dijaga bersama.

Ibadah dipimpin oleh Ephorus HKI, Pdt. Dr. Tony L. Hutagalung, yang menyampaikan khotbah dari Kisah Para Rasul 2:22–28 dengan tema “Hatiku Bersukacita dan Jiwaku Bersorak-sorai”. Pesan yang disampaikan mengajak jemaat untuk tetap percaya bahwa setiap langkah kehidupan, termasuk dalam membangun, berada dalam penyertaan Tuhan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jara Trisepto Lumbantoruan, Camat Lintongnihuta Ronald Nababan, Camat Paranginan Biduan Raidun Silaban, serta jajaran Praeses, Majelis Pusat, dan para pendeta.

Di tengah rangkaian acara, hubungan antara jemaat dan pemerintah tampak terjalin dalam suasana yang hangat. Tidak hanya sebagai bentuk kehadiran formal, tetapi juga sebagai bagian dari relasi yang dibangun melalui saling menghargai peran masing-masing.

Pembangunan Gereja HKI Sibaganding sendiri terus berjalan seiring dengan partisipasi jemaat. Tantangan yang dihadapi, terutama dalam hal pembiayaan dan proses pembangunan, menjadi bagian dari perjalanan yang justru memperkuat kebersamaan.

Menjelang akhir kegiatan, panitia memberikan cenderamata berupa ulos kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Ulos tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas perhatian dan kehadiran pemerintah dalam momen penting jemaat.

Di balik seluruh rangkaian kegiatan itu, tersirat satu hal yang sederhana namun kuat: pembangunan tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari kebersamaan yang dijaga, langkah kecil yang terus dilakukan, dan keyakinan yang tidak berhenti bertumbuh.

Diterbitkan Media Ribak News ID

Penulis/Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *