Humbang Hasundutan — 24 November 2025 Ribaknews.id
Direktur Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2), Prof. Sri Fatmawati, memaparkan capaian riset serta inovasi strategis lembaganya di hadapan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, beserta rombongan, pada kunjungan resmi ke lokasi TSTH2 di Kabupaten Humbang Hasundutan, Senin, 24 November 2025.
Kunjungan bernuansa strategis ini menjadi momentum penting untuk menegaskan posisi TSTH2 sebagai pusat riset herbal dan hortikultura berkelas nasional yang mendukung ketahanan pangan Indonesia.
Penyambutan Delegasi dan Kehadiran Tokoh Strategis
Kedatangan Ketua DEN disambut jajaran pejabat kunci Provinsi Sumatera Utara dan kabupaten sekitar. Hadir Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H, Danrem 023/KS Kolonel Inf Iwan Budiarso, Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronald Tampubolon, serta sejumlah kepala daerah lainnya seperti Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Lumbantoruan dan Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus.
Kehadiran unsur Forkopimda seperti Wakapolres Humbang Hasundutan Kompol M. Nainggolan, Kasi Intel Kejari Humbahas Van Barata Semenguk, serta Sekda Humbahas Chiristison Rudianto Marbun menunjukkan kuatnya dukungan lintas-sektor terhadap agenda strategis pembangunan TSTH2.
Atmosfer penyambutan memperlihatkan bahwa TSTH2 bukan sekadar laboratorium riset, melainkan proyek negara yang diperkuat oleh kolaborasi pemerintah pusat, daerah, hingga unsur keamanan.
Paparan Prof. Sri Fatmawati: TSTH2 sebagai Pusat Riset Nasional
Dalam pemaparannya, Prof. Sri Fatmawati menekankan bahwa TSTH2 kini menjadi pusat riset herbal dan hortikultura yang memiliki kapabilitas ilmiah, fasilitas modern, dan orientasi hilirisasi.
Menurutnya, TSTH2 dirancang untuk:
1. Menghasilkan inovasi berbasis riset yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
2. Mengembangkan bibit unggul pertanian untuk mendukung swasembada pangan nasional.
3. Menjadi pusat riset herbal yang mampu berkontribusi pada industri farmasi dan kesehatan nasional.
“TSTH2 memiliki potensi besar yang bisa diberdayakan dan dimanfaatkan. Dari riset bibit unggul hingga teknologi herbal, semuanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian herbal nasional,” jelas Prof. Sri Fatmawati.
Ia menegaskan bahwa hasil-hasil riset TSTH2 ke depan harus menjadi instrumen nyata dalam menekan ketergantungan impor, meningkatkan kualitas benih lokal, serta menciptakan produk herbal berdaya saing global.
Arahan Luhut: Bekerja Serius dan Hindari Birokrasi Lambat
Pada kesempatan tersebut, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan memberikan arahan tegas. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan TSTH2 tidak boleh dihambat oleh pola kerja sektoral atau birokrasi lambat.
“Target kita harus cepat, karena waktu tidak bisa dibeli. Bekerja tidak boleh sendiri-sendiri, semua harus satu padu. Provinsi dan pemerintah kabupaten harus aktif. Ini untuk negara kita,” tegas Luhut.
Pesan tersebut memperkuat mandat bahwa TSTH2 harus bekerja dalam kerangka kolaborasi nasional, melibatkan kementerian, lembaga riset, pemerintah daerah, akademisi, dan sektor industri.
Luhut juga menekankan pentingnya keberlanjutan pendanaan, konsistensi riset, serta output yang dapat langsung digunakan masyarakat dan sektor pertanian.
Dukungan Bupati Humbang Hasundutan: Sinergi untuk Ketahanan Pangan
Mendengar paparan ilmiah dari Prof. Sri Fatmawati dan arahan Ketua DEN, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan menyatakan kesiapan penuh pemerintah daerah untuk mendukung program nasional ini.
“Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berkomitmen mendukung penuh program nasional. Kami siap bersinergi memperkuat ketahanan pangan. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian sedang menggelorakan swasembada bawang putih, dan kehadiran TSTH2 menjadi kunci untuk menghasilkan bibit unggul pertanian,” ujar Bupati Oloan.
Ia menegaskan bahwa Humbang Hasundutan akan menjadi lokomotif riset sekaligus sentra produksi bibit unggul, sehingga efek ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan langsung masyarakat petani.
TSTH2 dan Masa Depan Riset Hortikultura Indonesia
Dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah, TSTH2 kini berada pada fase yang menentukan. Fasilitas, kemampuan penelitian, serta kolaborasi multidisiplin yang terbangun menjadikan lembaga ini sebagai fondasi penting dalam roadmap panjang ketahanan pangan dan industri herbal nasional.
Kunjungan Ketua DEN menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mempercepat transformasi sektor pertanian, mengurangi ketergantungan impor bibit, dan meningkatkan kontribusi riset pada pembangunan ekonomi nasional.
Ke depan, ekspektasi publik terhadap TSTH2 semakin tinggi — mulai dari penguatan bibit unggul, riset genomik tumbuhan, hingga pengembangan produk herbal bernilai tambah.
Dengan kerja kolaboratif dan komitmen lintas-sektor seperti yang ditunjukkan hari ini, Humbang Hasundutan berpeluang besar menjadi pusat inovasi nasional di bidang herbal dan hortikultura.
📝Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya
Jonaer Silaban







