Tapanuli Utara, Sabtu 09 Mei 2026.
Ribaknews.id
Sebanyak 10 anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Tapanuli Utara mengikuti kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas TAGANA Muda Angkatan II dan III Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Padang.
Pelatihan berlangsung pada 8 hingga 13 Mei 2026 di Kampus I BBPPKS Padang, Sumatera Barat. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas, keterampilan, disiplin, dan kesiapsiagaan anggota TAGANA dalam pelaksanaan penanggulangan bencana dan pelayanan sosial di tengah masyarakat.
Peserta utusan dari Kabupaten Tapanuli Utara berasal dari berbagai kecamatan, yakni Ofen Ray Simanjuntak dari Kecamatan Sipahutar, Rinto Siregar dari Kecamatan Pahae Jae, Rusman Sitorus dari Kecamatan Purba Tua, serta Elia Manalu, Tri Septu Manalu, dan Coise Fatherecya Lumbantobing dari Kecamatan Parmonangan.
Selain itu, Elisabeth Aritonang dan Ropita Kristiani Silaban berasal dari Kecamatan Adiankoting, Jodi Sinaga dari Kecamatan Simangumban, serta Cristofel dari Kecamatan Pahae Julu.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kapasitas relawan sosial kebencanaan agar mampu bergerak cepat dan profesional saat terjadi bencana maupun kondisi darurat sosial di masyarakat.
TAGANA selama ini memiliki peran penting dalam membantu penanganan bencana, mulai dari evakuasi korban, distribusi bantuan logistik, layanan dapur umum, hingga pendampingan sosial bagi masyarakat terdampak.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta dibekali berbagai materi terkait manajemen kebencanaan, kedisiplinan, kepemimpinan, pelayanan sosial, hingga peningkatan kemampuan teknis di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan membawa pengalaman serta ilmu yang diperoleh untuk memperkuat kesiapsiagaan kebencanaan di daerah.
Sebelum keberangkatan, para peserta juga telah menerima arahan dan dukungan dari Dinas Sosial PPPA Kabupaten Tapanuli Utara agar mengikuti pelatihan dengan penuh tanggung jawab dan menjaga nama baik daerah selama kegiatan berlangsung.
Penguatan kapasitas relawan dinilai penting mengingat wilayah Tapanuli Utara memiliki potensi kerawanan bencana alam seperti longsor, banjir, cuaca ekstrem, dan bencana lainnya yang membutuhkan kesiapan personel di lapangan.
Dengan meningkatnya kemampuan anggota TAGANA, diharapkan pelayanan sosial dan penanganan kebencanaan di Kabupaten Tapanuli Utara dapat berjalan lebih cepat, tanggap, dan terkoordinasi.
Selain memperkuat kemampuan teknis, pelatihan juga diharapkan membangun mental dan semangat pengabdian relawan dalam membantu masyarakat yang mengalami musibah dan kondisi darurat.
Pemerintah daerah optimistis keberadaan TAGANA yang tangguh dan profesional akan menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung sistem penanggulangan bencana yang efektif di Kabupaten Tapanuli Utara.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi relawan sosial yang responsif, humanis, dan siap hadir membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur











