Doloksanggul, Selasa 05 Mei 2026. Ribaknews.id
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menegaskan komitmennya terhadap transformasi pendidikan berbasis teknologi melalui kehadiran dalam workshop peningkatan kualitas pendidikan yang diinisiasi anggota DPR RI, Sabam Sinaga. Kegiatan yang berlangsung di Akasia Hotel, Selasa (5/5/2026), menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam menghadapi tantangan digitalisasi pembelajaran.
Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan diwakili Sekretaris Daerah Chiristison R. Marbun yang membacakan sambutan resmi pemerintah daerah. Dalam sambutannya, Pemkab Humbahas menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan DPR RI terhadap sektor pendidikan di daerah, khususnya dalam mendorong adaptasi teknologi dalam proses belajar mengajar.
Workshop mengangkat tema “Implementasi Digitalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar.” Tema ini dinilai relevan dengan dinamika pendidikan modern yang menuntut perubahan metode pembelajaran dari pola konvensional menuju sistem yang lebih fleksibel, interaktif, dan berbasis teknologi informasi.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Transformasi digital dipandang sebagai instrumen penting untuk memperluas akses pembelajaran, meningkatkan efektivitas pengajaran, serta memperkuat daya saing sumber daya manusia daerah.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pendidikan berbasis teknologi melalui penyediaan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta kebijakan yang mendukung inovasi pembelajaran di sekolah.
Dorongan terhadap digitalisasi pendidikan dinilai memiliki dampak strategis, terutama bagi daerah yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses pembelajaran. Dengan pemanfaatan teknologi, kualitas pendidikan diharapkan lebih merata dan mampu menjangkau peserta didik secara lebih luas.
Sementara itu, Sabam Sinaga dalam pemaparannya menekankan bahwa pembangunan pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia akan menentukan kemampuan daerah dalam menghadapi persaingan global dan perubahan sosial ekonomi di masa depan.
Ia menyebut workshop ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk memperkuat pembangunan manusia di Humbang Hasundutan, sejalan dengan visi daerah yang menempatkan peningkatan kualitas manusia produktif dan berdaya saing sebagai agenda utama pembangunan.
Selain membahas digitalisasi pembelajaran, Sabam Sinaga juga menyinggung perkembangan pembahasan Undang-Undang Sistem Pendidikan Indonesia yang sedang bergulir di DPR RI. Menurutnya, Komisi X DPR RI saat ini terus memperjuangkan penguatan hak-hak tenaga pendidik melalui regulasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia pendidikan modern.
Isu kesejahteraan guru, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta penguatan sistem pendidikan nasional menjadi bagian penting dalam pembahasan regulasi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut penguatan kualitas dan perlindungan profesi tenaga pendidik.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan para peserta workshop. Sejumlah guru dan pemangku kepentingan pendidikan menyampaikan pandangan mengenai tantangan implementasi digitalisasi di sekolah, mulai dari keterbatasan jaringan internet hingga kesiapan sumber daya manusia.
Diskusi tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat harus bergerak bersama agar digitalisasi tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diterapkan secara efektif di lapangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Marusaha Nababan, Asisten Pemerintahan Sabar Purba, Kepala Dinas Pendidikan Martahan Panjaitan, serta sejumlah pejabat dan tenaga pendidik lainnya.
Melalui workshop ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Transformasi pendidikan berbasis digital dipandang sebagai langkah strategis untuk menciptakan generasi yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur














