Tapanuli Utara – Kamis 09 Juli 2026. Ribaknews.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui penyerahan Hunian Tetap (Huntap) Gotong Royong Pascabencana Tahap II kepada warga di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kamis (9/7/2026).
Sebanyak 33 kepala keluarga (KK) menerima hak kepenghunian rumah yang dibangun melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Selain rumah, para penerima manfaat juga memperoleh bantuan perabotan sehingga hunian dapat langsung ditempati.
Kegiatan verifikasi, pengundian, dan penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, bersama perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Turut mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan David Sipahutar serta sejumlah pimpinan perangkat daerah teknis.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pembangunan Huntap merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Karena itu, rumah bantuan harus dimanfaatkan sebagai tempat tinggal, bukan dijadikan aset komersial.
“Dasar pemerintah dan Yayasan Buddha Tzu Chi membangun ini adalah untuk menyediakan tempat tinggal, bukan untuk menambah aset pribadi, dikontrakkan, atau bahkan dijual. Jika ada rumah yang sudah selesai dan lengkap fasilitasnya tetapi sengaja ditelantarkan, Pemkab Taput akan mengambil tindakan tegas,” tegas Deni Parlindungan.
Selain menyerahkan rumah, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga memastikan seluruh fasilitas dasar segera dapat dinikmati masyarakat. Pemasangan jaringan listrik oleh PT PLN (Persero) telah dimulai dan ditargetkan rampung dalam waktu satu pekan.
Untuk kebutuhan air bersih, Dinas PUPR Taput bersama PT WIKA telah memasang meteran air di setiap rumah. Sementara pasokan air jangka pendek disuplai melalui sumur bor yang didukung dua unit tandon dari APBD Kabupaten Tapanuli Utara.
Pemerintah juga tengah menyelesaikan pembangunan reservoir yang akan mengalirkan air dari sumber mata air sejauh sekitar empat kilometer dengan kapasitas tujuh liter per detik.
“Persoalan lahan untuk jalur pipa air sudah beres seluruhnya. Kita ingin memastikan warga tidak kesulitan mendapatkan air bersih di sini,” ujar Wakil Bupati.
Tidak hanya membangun rumah, Pemkab Taput juga menata kawasan Huntap menjadi lingkungan permukiman yang layak huni. Progres pembangunan jalan rabat beton dan tembok penahan tanah (TPT) telah mencapai sekitar 85 persen, sedangkan pembangunan drainase telah mencapai sekitar 70 persen.
Selain itu, Yayasan Del turut mendukung pembangunan gedung PAUD sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di kawasan tersebut.
Wakil Bupati juga mengingatkan warga agar tidak membangun bangunan tambahan secara sembarangan. Apabila ingin memperluas rumah atau menambah dapur, warga diminta terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman agar kawasan tetap tertata rapi.
Pada kesempatan tersebut, seluruh penerima manfaat juga memperoleh bantuan perabotan rumah tangga lengkap dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berupa satu set sofa, satu set meja makan, satu set rak serbaguna, serta dua set kasur spring bed lengkap dengan ranjang dan bantal.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap kawasan Huntap Dolok Nauli tidak hanya menjadi tempat tinggal baru bagi warga terdampak bencana, tetapi juga menjadi lingkungan yang nyaman, aman, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.
Penulis: Jonaer Silaban. S, Pd











