Tarutung – Kamis 11 Juni 2026.
RIBAKNEWS.ID
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mulai menguji coba program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital sebagai upaya mempercepat transformasi penyaluran bantuan sosial berbasis teknologi.
Sosialisasi, uji coba digitalisasi bantuan sosial, serta penguatan kapasitas agen pendamping tingkat kecamatan digelar serentak di Kantor Camat Pangaribuan dan Kantor Camat Garoga, Kamis (11/6/2026). Program tersebut merupakan bagian dari persiapan penerapan Perlinsos Digital yang menjadikan Kabupaten Tapanuli Utara sebagai daerah percontohan pemanfaatan teknologi dalam penyaluran bantuan sosial.
Arahan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., disampaikan Kepala Dinsos P3A Rafles Regius Gultom. Kegiatan turut dihadiri Kepala Disdukcapil Tapanuli Utara Romusa Simanungkalit, Camat Pangaribuan Marhasak Simaremare, para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), serta perangkat desa.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa digitalisasi bantuan sosial bertujuan meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi, dan akuntabilitas penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Sistem Perlinsos Digital memanfaatkan teknologi pemindaian biometrik yang terintegrasi dengan berbagai basis data nasional, termasuk Data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Badan Pusat Statistik (BPS). Sistem tersebut diharapkan mampu meminimalkan kesalahan data penerima bantuan.
Kepala Dinsos P3A Rafles Regius Gultom menjelaskan bahwa sebanyak 510 agen pendamping tingkat desa telah dipersiapkan untuk mendampingi masyarakat dalam pelaksanaan program tersebut.
Program ini juga dirancang secara inklusif sehingga masyarakat yang belum memiliki telepon pintar berbasis Android tetap dapat mengakses pelayanan bantuan sosial. Pemerintah menegaskan bahwa bantuan sosial bersifat stimulan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Disdukcapil Tapanuli Utara Romusa Simanungkalit memberikan sosialisasi mengenai Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan memfasilitasi aktivasi massal IKD bagi para agen pendamping. IKD nantinya menjadi salah satu instrumen penting dalam proses verifikasi data penerima bantuan.
Selain uji coba, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga akan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Bantuan Sosial bagi agen pendamping di seluruh 15 kecamatan untuk memperkuat kapasitas pelaksanaan program.
Penerapan penuh Perlinsos Digital direncanakan dimulai pada triwulan IV tahun 2026 atau awal tahun 2027. Melalui inovasi tersebut, Pemkab Tapanuli Utara berharap kualitas pelayanan sosial semakin meningkat dan penyaluran bantuan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih efektif dan tepat sasaran.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Jonaer Silaban, S.Pd














