Tarutung — Rabu 19 November 2025 Ribsknews.id
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara kembali menunjukkan keseriusannya dalam memajukan sektor pendidikan. Hal itu tampak ketika Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, ST., M.Eng, resmi menutup Workshop Penerapan Teknologi AI dalam Pendidikan di Gedung Nasional Tarutung, Rabu (19/11). Penutupan ini sekaligus membawa pesan khusus dari Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si, mengenai arah percepatan transformasi digital bagi para pendidik Taput.
Dalam suasana hangat dan penuh antusias, Wakil Bupati menegaskan bahwa pelatihan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence bukan lagi sekadar wacana futuristik, melainkan kebutuhan nyata dalam dunia pendidikan hari ini.
> “Guru harus membuktikan hasil pembelajaran ini di kelas,” tegas Wakil Bupati.
“Ke depan, kami berharap ada sesi lanjutan melalui Zoom bersama para mentor.”
Apresiasi untuk Mentor Internasional: Transfer Ilmu yang Tak Boleh Sekadar Lewat
Wakil Bupati menyampaikan apresiasi mendalam kepada para mentor dari Singapura yang hadir selama dua hari pelaksanaan workshop. Para pemateri internasional itu memberikan bekal penting seputar pemanfaatan teknologi AI, model pembelajaran adaptif, hingga strategi literasi digital bagi para guru.
Kehadiran mereka bukan hanya simbol kerja sama internasional, tetapi sekaligus jendela baru yang memperlihatkan standar global pendidikan modern. Dalam pandangan Pemkab, materi yang diberikan memiliki nilai praktis dan harus segera diterjemahkan ke praktik pembelajaran di sekolah.
> “Ini kesempatan besar. Jangan biarkan ilmu lewat begitu saja,” ujar Wabup.
Tantangan Bahasa Inggris: Kunci Kolaborasi Global yang Tak Bisa Diabaikan
Selain aspek teknologi, Wakil Bupati menyoroti pentingnya peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi tenaga pendidik. Alasannya sederhana: komunikasi dengan narasumber internasional akan jauh lebih efektif dan mempercepat transfer ilmu.
Dalam konteks Taput yang tengah bergerak menuju pendidikan berstandar global, kemampuan bahasa menjadi pondasi penting agar guru tidak sekadar menerima pelatihan, tetapi mampu berdiskusi, menggali contoh kasus, bahkan mengembangkan kolaborasi baru dengan mentor luar negeri.
Literasi Digital Jadi Indikator Kinerja Kepala Sekolah
Dalam arahannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Taput telah memasukkan kemampuan literasi digital, termasuk pemanfaatan teknologi dan internet, sebagai bagian dari instrumen evaluasi kepala sekolah mulai tahun mendatang.
Langkah ini menunjukkan bahwa Pemkab tidak ingin inovasi berhenti di level kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya kerja. Kepala sekolah diharapkan menjadi motor penggerak perubahan, memastikan guru-guru di bawahnya menerapkan teknologi dalam mengajar.
Dari Peserta Menjadi Trainer: Strategi Taput untuk Skalakan Inovasi
Tujuan besar workshop ini tidak berhenti pada pelatihan 150 guru. Pemkab Taput mengarahkan para peserta untuk menjadi trainer lokal yang nantinya akan melatih guru-guru lain di seluruh kecamatan.
Model cascade training ini dinilai efektif untuk mempercepat adopsi teknologi, menekan biaya pelatihan, dan memastikan kompetensi merata hingga ke sekolah-sekolah di desa dan pinggiran.
> “Ini momentum bagi pendidikan Taput untuk melaju lebih cepat. Mari manfaatkan ilmu yang diterima demi masa depan anak-anak kita,” tutup Wakil Bupati dalam pesan Bupati.
Napas Baru untuk Pendidikan Taput
Workshop ini menjadi salah satu kegiatan pendidikan paling progresif di Taput sepanjang tahun 2025. Transformasi teknologi pendidikan tidak hanya memperkaya metode pengajaran, tetapi juga membuka ruang kreativitas bagi peserta didik.
Dengan pemanfaatan AI, guru dapat membuat materi adaptif, mengevaluasi kemampuan siswa lebih cepat, bahkan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Bila rencana ini berjalan konsisten, Taput berpeluang menjadi kabupaten rujukan dalam inovasi pendidikan berbasis teknologi di Kawasan Tapanuli Raya.
Namun, tantangan tetap ada. Infrastruktur internet, kapasitas perangkat, serta kesiapan guru secara merata masih harus menjadi fokus tindak lanjut. Pemkab Taput diperkirakan akan menyiapkan langkah lanjutan, termasuk sesi Zoom bersama mentor Singapura serta penguatan jaringan internet di sekolah-sekolah.
Semangat Baru dari Gedung Nasional
Penutupan workshop ini ditandai dengan suasana antusias guru peserta yang menyadari bahwa ilmu yang mereka dapatkan berpotensi mengubah cara mereka mengajar. Banyak yang mengaku siap menerapkan teknik-teknik berbasis AI, mulai dari prompt engineering, pemanfaatan learning analytics, hingga desain pembelajaran digital.
Tidak sedikit peserta yang menyebut bahwa pelatihan ini menjadi “pintu masuk” bagi mereka untuk meng-upgrade diri agar tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan teknologi global.
Dengan komitmen pemerintah daerah dan kesiapan guru untuk berubah, pendidikan Tapanuli Utara kini berada pada momentum besar: menggabungkan kearifan lokal dengan kecanggihan teknologi modern.
📝Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya









