MEDAN — Rabu 22 April 2026. Ribaknews.id
Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2027 yang digelar di Hotel Santika Premiere Dyandra, Rabu (22/4/2026).
Forum strategis tahunan ini dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, dengan mengangkat tema percepatan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan investasi dan peningkatan produktivitas daerah. Hadir pula Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, unsur Forkopimda, serta seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa kualitas perencanaan pembangunan sangat ditentukan oleh validitas dan ketelitian data. Ia menyoroti masih adanya ketimpangan pembangunan antarwilayah yang kerap dipicu oleh basis data yang tidak akurat. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta memperkuat sistem pendataan hingga ke level desa agar intervensi program lebih tepat sasaran.
“Perencanaan yang baik harus berbasis data yang presisi. Tanpa itu, kebijakan berisiko tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” tegasnya.
Tema Musrenbang tahun ini mencerminkan dorongan pemerintah pusat agar daerah tidak hanya bergantung pada transfer fiskal, tetapi mampu menciptakan pertumbuhan melalui optimalisasi potensi lokal. Investasi dinilai menjadi kunci, namun harus ditopang oleh produktivitas sektor unggulan daerah, mulai dari pertanian, UMKM, hingga sektor jasa.
Kehadiran Bupati Tapanuli Utara dalam forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinkronisasi kebijakan antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah provinsi dan pusat. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan arah kebijakan nasional, termasuk dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Selain itu, Musrenbang RKPD juga menjadi ruang strategis bagi daerah untuk menyampaikan usulan program prioritas yang membutuhkan dukungan lintas sektor dan lintas kewenangan. Dalam konteks ini, Tapanuli Utara diharapkan mampu mengoptimalkan momentum perencanaan untuk memperjuangkan program-program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dengan pendekatan perencanaan yang semakin terintegrasi dan berbasis data, pemerintah daerah didorong tidak hanya menyusun program, tetapi memastikan implementasi yang terukur dan berkelanjutan. Partisipasi aktif dalam forum ini menjadi indikator penting keseriusan daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif terhadap dinamika pembangunan.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur














